Perkenalkan, Dia Suamiku Tercinta

Taraaaaaaaaaaaaaa…

Gambar

                                                      My Beloved husband

 

Ini dia, laki-laki yang tiba-tiba muncul di ruang tamu rumahku setahun sebelum pernikahan. Dia pula yang sempat membuat jantung kembang kempis antara iya dan tidak. Sedikit galak tapi dia segala-galanya buatku. Pendongeng yang atraktif. Imam yang bijak dan sholeh (insya Allah) buatku. Tempat senyaman-nyamannya di dunia, baringan dipangkuannya sambil dengerin dia ngaji/bersolawat.

Romantisme perlu diperjuangkan dalam setiap langkah kita ke depan. Semoga Allah ridho dengan kita, dunia akhirat. Amin.

 

cilacap | 19 februari 2014

s o p h y

Kangen Menulis

Salam,

Ahhh… lama sekali blog terbengkelai. Padahal banyak banget ide yang ada dalam pikiran. Dari mulai persiapan ganti status, ceria soal mas galak, masa penyesuaian dan belajar jadi istri yang bijak dan lain, lain, lain sebagainya. Tapi ya gitu, belum nemu waktu yang tepat sampai-sampai ide-ide itu menguap kemudian bingung mau mulai dari mana. Jadi pamer foto dulu saja.

Gambar

Bangga Menjadi Warga Negara Indonesia

Malam, dan tetap Semangat Pagi!

Sekretariat Asean - Sumber Gambar

Sekretariat Asean – Sumber Gambar

Bicara tentang Indonesia harus semangat, bagian dari rasa nasionalisme, bangga jadi warga negara Indonesia. Kenapa harus bangga? Karena kalau rasa bangga menjadi warga negara Indonesia sudah luntur artinya kita bersiap menjadi negara yang tidak dihargai oleh negara lain.

Sejak zaman dahulu negara kita sudah menjadi negara yang kuat dan disegani. Indonesia memiliki peran yang penting di kawasan Asia Tenggara sejak zaman kerajaan-kerajaan Indonesia berjaya. Pada masa kerajaan majapahit, wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Nusantara, Timor Leste, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina Sealatan, dan Thailand bagian Selatan.

Pasca zaman penjajahan bangsa barat, negara-negara di kawasan Asia Tenggara mulai berbenah. Perjuangan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam pembangunan ini tidak mudah karena penjajahan meninggalkan banyak permasalahan. Konflik baik dalam negeri maupun dengan negara tetangga kerap terjadi.

Pada tahun 1967 Pemerintah berinisiatif membina hubungan dengan negara-negara tetangga. Sehingga pada tanggal 5 – 8 Agustus 1967 diadakan pertemuan di Bangkok yang dihadiri 5 wakil negara yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura. Dan pada tanggal 8 Agustus ditandatangani kesepakatan pendirian Asean. Pendirian Asean ini dimaksudkan untuk membina hubungan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Tujuannya antara lain untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, sosial, perdamaiandan stabilitas regional dan lain sebagainya.

Peran Indonesia di Asean

Hal ini yang mesti kita banggakan. Peran Indonesia di Asean sangat besar. Indonesia adalah salah satu negara pendiri Asean. Selain itu Indonesia menjadi penyeleggara KTT Asean yang pertama di tahun 1976 yang menghasilkan keputusan pendirian Sekretariat Asean di Jakarta dan yang pertama kali menjadi Sekretaris Jendral Asean adalah H.R. Dharsono dari Indonesia.

Peran besar Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Asean juga terbukti dengan turut serta menjadi penengah konflik antara Vietnam dan Kamboja. Kemudian turut serta dalam upaya penyelesaian konflik di Filipina dengan pemberontak Moro National Front Liberation (MNFL). Selain itu pada tahun 2003 saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asean ke-9 Indonesia mengusulkan pembentukan Komunita Asean.

Jakarta Layak Menjadi Ibu Kota Diplomatik Asean

Melihat dari sejarah dan peran besar Indonesia dalam kancah kerjasama Asean membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara yang patut diperhitungkan. Kantor Sekretariat Asean juga berada di Indonesia, terletak di Jl. Sisingamangaraja 70 A Jakarta Selatan. Hal ini menjadi peluang Indonesia untuk dapat lebih maju. Pada tahun 2010 Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan wacana Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi Ibu Kota Diplomatik bagi Asean.

Pada penyelenggaraan KTT Asean ke-21 di Phnom Penh Kamboja, Menteri Luar negeri Indonesia Marty M. Natalegawa secara resmi menyerahkan Piagam Pengesahan (Instrument of Ratification) Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Asean mengenai Ketuanrumahan dan Pemberian Keistimewaan dan Kekebalan kepada Sekretariat Asean. Perjanjian Host Country Agreement ini memastikan Sekretariat Asean dapat beroperasi sebagai nerve centre Komunitas Asean dan mempromosikan Jakarta sebagai Ibu Kota Diplomatik Asean. Pengesahan perjanjian tersebut juga diharapkan dapat semakin mendukung tugas dan fungsi Sekretariat Asean dan proses pembentukan Komunitas Asean 2015 nanti.

Dengan dipromosikan Jakarta sebagai Ibu Kota Diplomatik Asean tentu saja akan memberi pengaruh besar terhadap Indonesia sendiri. Dampak positifnya tentu saja peluang Indonesia untuk maju di bidang ekonomi semakin terbuka. Namun tentu saja berbagai permasalahan yang dihadapi Jakarta seperti kemacetan, banjir, infrasruktur yang kurang memadai harus segera dibenahi. Karena jika persoalan seperti itu tidak dapat diselesaikan pasti akan memberikan dampak buruk. Indonesia di nilai tidak becus dalam persiapan menjadi Ibu Kota Diplomatik. So, saatnya Jakarta membangun dan berbenah. Ciptakan Jakarta yang sehat dan nyaman.

Bangga menjadi Warga Indonesia

Dari uraian yang saya tuliskan (mudah-mudahan dapat dipahami) sudah seharusnya kita berbangga menjadi warga Indonesia. Dari perjalanan sejarah kita tahu bahwa kita adalah negara yang kuat dan berwibawa di mata dunia. Sepak terjang Indonesia dalam upaya perdamaian dunia juga tidak sedikit.

Memang, sekarang ini kondisi Indonesia sedang mengalami keterpurukan, krisis diberbagai bidang. Pembangunan yang dirasakan semakin tidak merata, banyak pengangguran, kasus korupsi yang tak kunjung henti, kemiskinan, pendidikan rendah dan lain sebagainya. Ah, jadi bertanya-tanya sendiri kapan masalah ini bisa berakhir?

Yakinkah bahwa Indonesia mampu bangkit? Tentu saja. Indonesia punya kekuatan untuk maju. Indonesia manjadi negara yang maju adalah mimpi kita semua. Ketika kita mau menggali potensi masing-masing orang dan menyatukan potensi itu menjadi satu kekuatan, niscaya mimpi menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju. Ehh, kenapa jadi bahas soal ini ya? Tapi mungkin ada benarnya, bangga menjadi warga negara juga merupakan kunci sukses menghadapi Komunitas Asean 2015 nanti.

Semangat Menuju Komunitas Asean 2015.

—————————-

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog #10daysforASEAN Hari ke-10 dengan tema :

  • Jakarta, Diplomatic City of ASEAN
  • Indonesia adalah negara terakhir yang dijadikan tema dalam lomba Blog #10DaysforASEAN yang diadakan oleh ASEAN Blogger Chapter Indonesia bersama dengan beberapa sponsor di antaranya US Mission.
  • Untuk tema kali ini dipilih Jakarta, ibukota negara Indonesia, yang juga menjadi markas ASEAN Secretary bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan.  Keberadaan markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.
  • Menurut teman-teman blogger mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN? Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?

NB : Diambil dari berbagai sumber

lina sophy | 5 september 2015

——————————

Wohaaaaaaaaaaa… saatnya lebay dan selonjoran dan bernafas dan bergerak dengan bebassssssssss. Ikut lomba nulis 10 hari berturut-turut itu rasanya gimana gituuuu. Sesuatu pokoknya. Terimakasih Asean Blogger sudah bikin wawasan jadi tambah luas. Kalau tak ada lomba macam ini, mana saya tahu soal Pedra Branca, Visa ke Myanmar tidak gratis, tidak pusing nyari ide branding nation, ngomongin kopi dan sebagainya. ah, sudahlah sekian.

Mari Tiarap - Sumber gambar

Mari Tiarap – Sumber gambar

Serius Membangun Masyarakat menuju Komunitas Asean 2015

H. Marul from Brunei (ABFI Solo)

H. Marul from Brunei (ABFI Solo)

Saya mengenal pak Haji ini saat ABFI di Solo kemarin karena beliau duduk disamping saya saat seminar hari ke-2. Orangnya ramah dan pandai bahasa melayu. Hobi fotografi dan culinary, jadi tidak heran jika blognya selalu update dengan foto-foto dan makanan. Dan saat presentasi mengenai potensi pariwisata negaranya, wow… yang pasti membuat saya makin tertarik untuk pergi kesana.

—————————

Ngomongin Brunei Darussalam, negara ini baru saja selesai menggelar KTT Asean ke-22 bulan Appril yang lalu. “Our People, Our Future Together” merupakan tema yang diusung untuk membahas persiapan menuju Komunitas Asean 2015 nanti.

Dalam pertemuan KTT ke-22 tersebut yang menjadi pokok bahasan adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”. Untuk itu fokus bahasannya adalah tentang Pembangunan Badan Persatuan ASEAN yang meliputi tiga pilar pembangunan persatuan Asean yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan.

Komunitas Asean dibangun bukan hanya untuk kepentingan pemerintah dan negara, melainkan untuk kepentingan seluruh komponen masyarakat Asean. Untuk itu segenap masyarakat harus terlibat dalam proses persiapan pembangunan Komunitas Asean. Karena diharapkan semua masyarakat dapat mengambil keuntungan dari pembentukan Komunitas Asean ini.

Bagaimana Mencapai Tujuan Pembangunan Badan Persatuan Asean

Cetak Biru - Komunitas Asean

Cetak Biru – Komunitas Asean

Dalam buku Cetak Biru Komunitas Asean, upaya untuk Pembangunan Manusia Asean dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mata pencaharian rakyat di Asean dengan menyediakan akses yang merata untuk pembangunan manusia melalui promosi dan investasi di bidang pendidikan dan proses belajar sepanjang hayat, pelatihan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas, mendorong inovasi dan kewirausahaan, mempromosikan penggunaan bahasa inggris, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terapan dalam kegiatan pembangunan ekonomi sosial. Lebih jelas tujuan dari masing-masing usaha peningkatan pembangunan manusia Asean yaitu:

  • Peningkatan Prioritas Pendidikan. Tujuan strategisnya yaitu untuk menjamin penggabungan prioritas-prioritas pendidikan ke dalam agenda pembangunan Asean dan menciptakan masyarakat berbasis pengetahuan atau knowledge based-society (KBS), pencapaian akses yang universal terhadap wajib belajar pendidikan dasar, mempromosikan pengasuhan dan pengembangan anak usia dini serta meningkatkan kesadaran Asean di kalangan pemuda melali pendidikan dan berbagai kegiatan untuk membangun identitas Asean berdasarkan persahabatan dan kerjasama.
  • Investasi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tujuan strategisnya untuk meningkatkan dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia Asean melalui program-program strategis dan mengembangkan angkatan kerja Asean yang berkualitas, kompeten, dan siap pakai sehingga dapat memperoleh manfaat dan dapat mengatasi tantangan integrasi regional.
  • Peningkatan Pekerjaan Layak. Tujuan strategisnya yaitu memasukan prinsip pekerjaan layak dalam budaya kerja Asean, keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin bahwa peningkatan kewirausahaan menjadi bagian integral dari kebijakan ketenagakerjaan Asean untuk menghasilkan strategi ketenagakerjaan berwawasan ke depan.
  • Peningkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Tujuan strategisnya adalah melaksanakan program pengembangan sumber daya manusia yang akan memfasilitasi pelaksanaan inisiatif TIK kawasan.
  • Pemfasilitasan Akses terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Terapan. Tujuan strategisnya adalah mengembangkan kebijakan dan mekanisme untuk mendukung kerjasama aktif dalam penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, alih teknologi, serta komersialisasi dan pembentukan jaringan yang kuat dari lembaga-lembaga ilmiah dan teknologi dengan melibatkan partisipasi aktif sektor swasta dan organisasi terkait lainnya.
  • Penguatan Ketrampilan Wirausaha untuk Perempuan, Pemuda, Lansia dan Penyandang Cacat. Tujuan strategisnya yaitu untuk meningkatkan partisipasi perempuan, pemuda, lansia, penyandang cacat, kelompok-kelompok rentan dan terpinggirkan dalam angkatan kerja produktif dengan meningkatkan keterampilan wirausaha, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan sosial mereka dan berkontribusi untuk pembangunan nasional dan integrasi ekonomi kawasan.
  • Pembangunan Kemampuan Pegawai Negeri Sipil. Tujuan strategisnya adalah membangun sistem pegawai negeri sipil yang efektif, efisien, transparan, responsi, dan akuntabel melalui pengembangan kapasitas yang maju, peningkatan kompetensi sumber daya publik pada tatanan birokrasi, dan peningkatan kolaborasi di antara Negara Anggota Asean.

Tindakan-tindakan yang akan dilakukan dalam merealisasikan tujuan-tujuan strategis dalam setiap indikator dalam upaya pembangunan manusia Asean ini sebetulnya dijabarkan dalam buku blueprint. Jika pembangunan ini benar-benar dan serius dijalankan maka saya optimis pembangunan manusia Asean akan mampu dilaksanakan.

Upaya pembangunan manusia Asean ini, karena sudah merupakan sebuah kesepakatan Asean maka setiap negara anggota wajib melaksanakan berbagai persiapan dan merealisasikan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan strategis yang sudah ditetapkan tersebut. Sosialisasi ke semua elemen masyarakat sehingga tercipta kesatuan pembangunan masyarakat Asean. Semua Negara harus siap, karena apabila tidak serius dalam melaksanakan persiapan maka dapat dipastikan akan kalah bersaing dalam era pasar bebas Asean.

Untuk Indonesia sendiri, pemerintah harus serius dalam melakukan sosialisasi tentang Komunitas Asean ini. Diakui atau tidak hanya sebagian kecil masyarakat saja yang mengerti tentang pembangunan Komunitas Asean ini. Sedangkan seperti kita ketahui bersama bahwa pembangunan ini harus bermanfaat untuk seluruh masyarakat Asean. Waktu yang kita miliki tidak banyak lagi sehingga pemerintah harus lebih aktif dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Karena jika tidak, boro-boro menjadi Macan Asia Indonesia hanya akan jadi macan kandang.

Komunitas Asean - Sumber Gambar

Komunitas Asean – Sumber Gambar

Semangat Menuju Komunitas Asean 2015.

——————————

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog #10daysforASEAN Hari ke-9 dengan tema :

  • Sudah bisa menduga kan kalau negara yang akan dibahas kali ini adalah negara yang beribukota Bandar Seri Begawan, yang juga juga menjadi negara penyelenggara KTT ASEAN ke-22 pada bulan April 2013 lalu. Dalam KTT ke-22 di Brunei Darussalam itu,  tema yang diangkat adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN, dengan tiga pilar yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015.
  • Tema: Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan?

NB : Sumber buku cetak biru (Blueprint) Komunitas Asean

lina sophy | 4 september 2013

Kebebasan Berekspresi yang Belum Sepenuhnya Bebas

Berbicara tentang kebebasan pers dunia, di tahun 2012 terjadi kasus pembunuhan wartawan mencapai angka 121 sehingga tahun tersebut dinamakan tahun kematian bagi jurnalis. Dan melihat fakta tersebut, Unesco terus berupaya untuk mendukung dan mempromosikan kebebasan berekspresi, keselamatan wartawan, dan memperjuangkan impunitas bagi semua media.

Sedangkan untuk Indonesia, sudahkah di negara kita benar-benar telah longgar dan bebas dalam hal kebebasan pers? Belum lama ini di Yogyakarta beberapa wartawan menggelar demo untuk menuntut diselesaikannya kasus kematian Udin yang terbunuh tahun 1996 silam. Udin merupakan wartawan yang meninggal akibat dianiaya beberapa orang tak dikenal.

Udin

Udin – Sumber Gambar

Ketika suatu negara pemelintahannya kuat, maka masyarakatnya lemah. Dan sebaliknya ketika di suatu negara masyarakatnya kuat maka pemerintahnya lemah.

Itu adalah sebuah pernyataan yang pernah saya dengar dari kawan saat berbicara politik. Entah sumbernya dari mana. Dan kebebasan pers, ketika kita berbicara masalah wartawan atau jurnalis mereka merupakan bagian dari rakyat sipil. Jadi ketika masih banyak terjadi kasus-kasus kekerasan pada wartawan hal itu menunjukkan bahwa hak masyarakat (kebebasan berekspresi) masih lemah.

Kebebasan Berekspresi di Wilayah Asean (Khusus Filipina)

Kebebasan pers bagi para jurnalis di wilayah negara-negara anggota Asean berbada masing-masing negara. Jurnalis disini bukan saja wartawan namun termasuk blogger atau sering disebut sebagai jurnalis warga. Di Indonesia saat ini perlindungan terhadap jurnalis warga dirasa sudah bagus. Kemenangan kasus Prita yang bermasalah karena menuliskan ketidakpuasannya terhadap salah satu rumah sakit menggambarkan bahwa kebebasan berekspresi telah benar-benar kuat. Namun berbeda dengan kasus di Vietnam, seorang blogger bernama Dinh Nhat Uy ditangkap dan dipenjarakan karena dituduh melanggar Undang-undang.

Lain lagi dengan kasus di Filipina, menurut berita dari Commitee to Protect Journalists Filipina merupakan negara yang paling berbahaya ke-3 bagi para wartawan. Selama pemerintahan Presiden Benigno Aquino setidaknya ada 15 wartawan yang terbunuh. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan pernyataan bahwa Filipina merupakan negara yang kebebasan persnya tinggi di kawasan Asia.

Benigno Aquino

Benigno Aquino – Sumber Gambar

Membahas kebebasan berekspresi dan jurnalisme di suatu Negara, tentu saja kita akan bicarakan tentang pemerintah dan warganya. Pada tahun 2012, Presiden Filipina Benigno Aquino dalam menghadapi berkembangnya arus informasi dan teknonologi (internet) menetapkan aturan yang bertujuan melindungi pengguna internet dengan mengeluarkan Cybercrime Prevention Act of 2012. Isi dari aturan tersebut antara lain akan memberikan hukuman bagi para penyebar fitnah dan memberi kuasa kepada pihak yang berwenang untuk menutup website serta melakukan monitoring lalu lintas online internasional.

Pemberlakuan aturan tersebut tentu saja dapat dipastikan akan mempersempit ruang gerak para pengguna internet yang termasuk didalamnya adalah para blogger. Jika informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan aturan pemerintah mereka bersiap berurusan dengan hukum pemerintah. Dari sini kita bisa katakan kebebasan berekspresi di Filipina tidaklah benar-benar bebas.

Dalam menghadapi Komunitas Asean 2015 seharusnya setiap negara Asean harus siap dengan bebasnya segala informasi. Pemerintah masing-masing negara seharusnya memberikan ruang gerak bagi para warganya untuk berekspresi demi kemajuan negaranya.

Semangat Menuju Komunitas Asean 2015

————————–

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog #10daysforASEAN Hari ke-8 dengan tema : Filipina dan Kebebasan Berekspresi. 

  • Kebebasan berekspresi dan kebebasan informasi di negara-negara anggota ASEAN tidak sama. Beberapa negara, termasuk Indonesia, bebas atau longgar dalam hal kebebasan pers dan kebebasan berekspresi bagi para blogger, yang sekarang ini menjadi salah satu alternatif dalam penyebaran informasi atau jurnalis warga. Tetapi ada juga negara yang mengekang kebebasan berekspresi warganegaranya, dan ada negara yang memenjarakan blogger jika tulisannya menentang pemerintahan negaranya.
  • Bagaimana dengan Filipina? Apakah Filipina termasuk negara yang longgar dalam kebebasan berekspresi dan informasi bagi para warganegaranya, termasuk blogger atau jurnalis warga?

NB : Dari berbagai sumber

lina sophy | 3 september 2013

Setiap Negara Wajib Menghargai Kedaulatan Negara Lain

Masalah yang kerap terjadi dan memicu terjadinya konflik antar negara adalah masalah perbatasan.

Pertikaian antar negara yang bertetangga memang kerap terjadi. Masalah yang paling sering jadi pemicu terjadinya konflik adalah perebutan batas wilayah. Beberapa konflik yang terjadi di wilayah Asia Tenggara antara lain Malaysia dengan Filiphina yang memperebutkan Pulau Spartly, Indonesia dengan Malaysia sebagaimana kita tahu terlibat konflik memperebutkan Ambalat, Sipada dan Ligitan, kemudian konfilk antara Malaysia dengan Singapura yang memperebutkan Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh.

Disini kita hanya akan mencoba membahas pertikaian antara Malaysia dan Singapura atas perebutan wilayah Pedra Branca.

Map of Pedra Branca

Map of Pedra Branca – Sumber Gambar

Kronologi Konflik dan Penyelesaiannya

Konflik perebutan wilayah antara Malaysia dan Singapura mengenai kepemilikan Pedra Branca muncul pertama kali pada tahun 1979 pada saat Malaysia menerbitkan sebuah peta yang berjudul “Wilayah Perairan dan Batas Landas Kontinen Malaysia”. Dalam peta tersebut  pulau Pedra Branca masuk dalam wilayah kedaulatan Malaysia. Protes dilakukan oleh Pemerintah Singapura pada tanggal 15 Februari 1980 yang meminta Malaysia mengakui kedaulatan Singapura atas Pedra Branca. Selain itu Singapura juga memperluas klaim untuk wilayah Batuan Tengah dan Karang Selatan.

Pedra Branca

Pedra Branca – Sumber Gambar

Pedra Branca (Pulau batu Puteh) merupakan pulau yang terletak di perairan Selat Singapura. Pulau Pedra Branca ini adalah sebuah pulau kecil yang ukurannya hanya sebesar lapangan bola, namun keberadaan pulau ini  dianggap penting karena mempunyai kedudukan yang strategis. Singapura telah membangun Mercusuar Horsburgh yang digunakan sebagai acuan bernavigasi kapal-kapal yang  keluar masuk  pelabuhan Singapura maupun melewati Selat Malaka.

Serangkaian negosiasi bilateral kerap dilakukan Malaysia dan Singapura untuk mencapai keputusan konflik Pedra Branca namun tidak membuahkan hasil. Kemudian pada tahun 2003 kedua negara ini sepakat membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional. Dan pada tahun 2008, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan Pedra Branca dan Malaysia mempunyai kedaulatan atas Batuan Tengah dan Karang Selatan milik negara dalam wilayah perairan yang bersangkutan. Namun Makamah Internasional tidak memutuskan batas wilayah kelautan antara keduanya.

Menuju Komunitas Asean 2015

Komunitas Keamanan ASEAN menganut prinsip keamanan komprehensif yang mengakui saling keterkaitan antar aspek-aspek politik, ekonomi, dan sosial budaya. Komunitas Keamanan ASEAN memberikan mekanisme pencegahan dan penanganan konflik secara damai. Hal ini dilakukan antara lain melalui konsultasi bersama untuk membahas masalah- masalah politik-keamanan kawasan seperti keamanan maritim, perluasan kerjasama pertahanan, serta masalah- masalah keamanan non- tradisional (kejahatan lintas negara, kerusakan lingkungan hidup dan lain-lain). Dengan derajat kematangan yang ada, ASEAN diharapkan tidak lagi menyembunyikan masalah-masalah dalam negeri yang berdampak pada stabilitas kawasan dengan berlindung pada prinsip-prinsip non-interference. Komunitas Keamanan Asean Sumber Wikipedia.

Untuk kasus Pedra Branca karena Malaysia dan Singapura telah sama-sama sepakat untuk membawa konflik tersebut untuk diselesaikan oleh Mahkamah Internasional sudah seharusnya kedua negara tersebut menerima hasilnya dengan baik. Dan seharusnya tidak ada perasaan tidak puas yang akan menimbulkan konflik lainnya.

Seperti kita ketahui bahwa dalam kesepakatan kerjasama Komunitas Asean yang akan direalisasikan tahun 2015 nanti, salah satu pilar yang disepakati adalah Komunitas keamanan Asean. Jika kita paham, maka konflik-konflik yang terjadi antar negara yang disebabkan oleh adanya perebutan batas wilayah harus diminimalisir. Setiap negara wajib menghargai kedaulatan negara lain.

Semangat Menuju Komunitas Asean 2015

———————–

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog #10daysforASEAN Hari ke-7 dengan tema:

  • Mari kita berjalan-jalan ke : Singapura dan Problematikanya. 
  • Tahun 2015 diharapkan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal, yang merangkul seluruh negara di ASEAN.  Namun di antara anggota ASEAN, ada juga yang memiliki sengketa antar negara, terutama terkait dengan perbatasan antar negara. Seperti yang terjadi dengan Singapura dan Malaysia.
  • Singapura mempunyai sengketa perbatasan dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan, yaitu Pedra Branca atau oleh masyarakat Malaysia dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan. Persengketaan yang dimulai tahun 1979, sebenarnya sudah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional tahun 2008, dengan menyerahkan Pulau Pedra Branca kepada pemerintahan Singapura. Namun dua pulau lagi masih terkatung-katung penyelesaiannya dan penyerahan Pedra Branca itu, kurang diterima oleh Masyrakat Malaysia sehingga kerap terjadi perselisihan antar masyarakat.
  • Bagaimana menurut teman-teman blogger penyelesaian konflik ini terkait dengan Komunitas ASEAN 2015?

lina sophy | 1 september 2013

Saatnya Laos Berbenah Diri

Laos

Laos – Sumber Gambar

Profil Negara Laos

Nama resmi                          : Rep. Demokratik Rakyat Laos

Ibukota                                  :  Vientiane

Luas                                         : ± 236.800 km²

Sistem Pemerintahan       : Republik Partai Satu

Kepala Pemerintahan       : Presiden

Bahasa Resmi                      : Laos (bahasa resmi), Palaungwa, dan Tai

Mata uang                            : Kip

Letak Astronomis              : 14 LU – 22 LU dan 100 BT – 107 BT

Batas Wilayah

Sebelah Barat                     :  Myanmar,  Thailand

Sebelah timur                     : Vietnam

Sebelah utara                     : Republik Rakyat Cina

Sebelah selatan                 : Kamboja

Itulah sekelumit profil salah satu negara di kawasan Asean, Republik Demokratik Rakyat Laos. Sejujurnya saya bingung untuk mengulas Negara ini. Tidak banyak pengetahuan tentangnya yang saya punyai. Seharian ini berusaha mengumpulkan informasi dan mudah-mudahan dapat menyajikannya dengan baik.

Peta Wilayah Laos

Peta Wilayah Laos – Sumber gambar

Negara ini memiliki sebutan kawasan Land-Lock. Yang artinya bahwa wilayah Laos tidak memiliki wilayah kelautan. Keadaan geografis tersebut jika dilihat dari segi pertahanan dan keamanan negara Laos tidak diuntungkan karena rawan bahaya dari serangan atau invasi bangsa lain.

Sejarahnya Laos tidak luput dari penjajahan bangsa barat. Laos merupakan wilayah bekas penjajahan Perancis pada abad ke-19. Pada saat itu Perancis menggabungkan wilayah Vietnam, Laos dan Kamboja dengan nama kawasan Indocina – Perancis. Dan pada saat PD II, Laos jatuh pada penjajahan Jepang. Pasca PD II saat Jepang kalah, Laos memerdekakan diri di Tahun 1949.

Pergolakan politik dalam negeri pasca penjajahan sering sekali terjadi. Hal ini disebabkan karena terdapat tiga ideologi yang ada pada pemerintahan Laos yaitu Komunis, Nasionalis dan Poros tengah. Perbedaan ini sering kali memicu perpecahan dan kudeta. Pada tahun 1975 kelompok komunis dibawah pimpinan Pathet Lao melakukan kudeta mewalan pemerintah. Kemudian Pathet Lao mengganti nama Laos menjadi Republik Demokratik Rakyat Laos yang berideologi komunis.

Laos dalam kancah Asean.

Laos mulai bergabung dengan wilayah Asean pada tanggal 23 Juli 1997 bersama dengan Myanmar. Seperti negara berkembang lainnya, hanya kota-kota besar di Laos yang tumbuh berkembang. Pembangunan infrastruktur diberbagai wilayah masih sangat kurang memadai. Laju pertumbuhan ekonomi juga tidak pesat bahkan paling lambat di antara kawasan lainnya. Salah satu penyebabnya adalah Laos ditinggalkan penduduknya berpendidikan tinggi.

Mulai tahun 2004, Laos mulai membuka diri bekerja sama dengan negara lain. Laos juga melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat dalam bidang ekspor-impor. Perekonomian Laos pun mulai membaik. Namun meski demikian Laos belum sepenuhnya dapat memberikan sumbangsih yang besar bagi kerjasama negara-negara Asean.

Kesepakatan negara-negara Asean untuk membentuk kesepakatan Komunitas Asean di tahun 2015, Laos dituntut dapat bekerjasama lebih terbuka. Baik untuk dunia internasional maupun dengan negara-negara Asean lainnya. Hal ini dimaksudkan agar Laos dapat mengejar ketertinggalan dan siap menghadapi tantangan era komunitas Asean.

Jika saya merupakan warga Laos dan berkesempatan memajukan negara ini, ada beberapa hal yang seharusnya saya lakukan. Pertama adalah melihat potensi dari negara Laos ini. Potensi-potensi Laos akan dikelompokan sesuai bidangnya, antara lain:

  • Potensi Alam. Laos memiliki lahan pertanian yang baik karena mempunyai lembah sungai yang subur. Cocok untuk pertanian dan perkebunan. Selain itu juga memiliki bahan tambang seperti emas, perak dan tembaga.
  • Potensi Sosial-Budaya. Laos terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan bahasa serta memiliki beberapa bangunan bersejarah seperti candi.
  • Potensi Perdagangandan Industri. Laos memiliki komuditi hasil pertanian, pertambangan dan hasil hutan, seperti beras, kopi, tembakau, emas, perak, hasil kayu dan lain-lain.
  • Potensi Wisata. Laos memiliki banyak sekali potensi wisata seperti keindahan sungai mekong, candi, dan kenampakan alam yang indah lainnya.
Sungai Mekong

Sungai Mekong – Sumber Gambar

Setelah melihat potensi yang dimiliki, kemudian saya akan melihat peluang untuk bisa mengembangkan potensi Laos tersebut. Pembangunan dalam negeri harus dipercepat. Pengolahan dan pengelolaan disemua sektor baik pertanian, sosbud, perdagangan dan wisata dioptimalkan. Selain itu keamanan negara harus ditingkatkan.

Apabila Laos berhasil dalam menata kehidupan bernegaranya, saya yakin Laos siap bersaing menghadapi Komunitas Asean 2015. Kerjasama dengan negara lain khusus negara-negara Asean dalam berbagai bidang seperti pertanian, perdagangan, pertambangan dan pariwisata akan dibuka seluas-luasnya demi kemajuan negara Laos. Untuk itu sudah selayaknya Laos bangkit dan berbenah diri.

Semangat menuju Komunitas Asean 2015.

———————–

Tulisan ini diikutkan dalam lomba #10daysforASEAN hari ke-6 dengan tema “Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi mau pun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya. Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.  Tuliskan pendapatmu di blog tentang hal tersebut. Fokus pada peran Laos sebagai anggota Komunitas ASEAN”

#NB : Dirangkum dari berbagai sumber.

lina sophy | 1 September 2013