[Curcol] Air Sakti

Di sebuah siang yang panas, gerah dan ramai lalu lalang. Ada guru-guru. Ada anak-anak. Ada yang tertawa-tawa. Ada yang kipas-kipas kepanasan. Ada yang melamun. Ada yang berpeluk mesra, cium pipi kanan kiri, mungkin teman lama yang lama tak bersua. Di bawah pohon beringin depan ruang kepala sekolah, duduk dengan gelisah seorang guru muda dan beberapa muridnya.

“Tenang saja bu, aku pasti juara deeeehh, meskipun juara harapan hehehe” begitu kata murid lelakinya, yang mungkin dalam hatinya jujur berkata, juara harapan palsu.

“Gimana mau juara, nyanyinya aja kamu salah”  sang ibu guru menjawab gemas.

“Ya lupa bu… mau gimana lagi” sepertinya si murid cuek. Mau juara syukur enggak pun tak jadi soal.

Seharusnya tak perlu ada yang gelisah, toh si murid santai saja dengan hasilnya nanti. Berlatih sudah, berdoa sudah, dan intinya perlombaan pun dijalani sudah. Untuk apa bercemas-cemas.

“Kamu nggak nurut sih sama bu guru, coba tadi mau denger perintah bu guru” bu guru muda ini tampak masih kecewa.

“Yah… bu guru, kan airnya tumpah. Lagian bu guru nggak ngomong itu air apaan”

“Itu air sudah di kasih do’a. Kalau kamu minum pasti kamu menang eh malah ditumpahin”

— Dan aku, yang sengaja nguping, senyum-senyum saja dan bertanya-tanya.

[Sinau Boso Jowo] Pager Mangan Tanduran

Huhui nemu mainan baru… Mojok baca-baca kamus bahasa jawa. Yuks mari kita belajar tentang arti-arti kata mutiara jawa atau sering disebut banyak orang tentang falsafah jawa.

Pager Mangan Tanduran

Dalam kamus begini, Pager disini berarti orang yang diberi tugas menjaga, mengawasi, dan melindungi. Lalu kata kedua Mangan. Arti kata mangan disini bukan hanya memasukan makanan dalam mulut ke perut. Tapi lebih diartikan sebagai merusak atau mengganggu. Dan yang terakhir adalah Tanduran. Tanduran diartikan sebagai sesuatu yang harus dilindungi (dijaga keamananya) , sesuatu itu bisa berarti orang, tanaman, binatang, kekayaan, kepercayaan dsb.

Jadi jelas artinya sekarang Pager Mangan Tanduran itu melukiskan orang yang diserahi tugas menjaga atau melindungi sesuatu justru dia sendiri yang mengganggunya. Mau ngelakuin Pager Mangan Tanduran? mugo-mugo ora yo. Inget falsafah jawa lainnya “ngundhuh wohing pakarti”

#mocokamusbosojowo

cilacap, 4 Jan 2012

Tak Pantas Mengeluh

Tak pantas mengeluh adalah ketika mengantar rombongan SD Study Tour ke Jogja baru 6 km anak-anak mulai menunjukkan tanda-tanda mabok kendaraan. Hei kamu tahu betapa serunya nanti disana.

Tak pantas mengeluh adalah ketika saat bersamaan banyak anak yang mabok sampai muntah, semua bilang “bu guru tolong” sedang guru yang lain ternyata juga pemabok. Hei kamu akan jadi seorang ibu yang tangguh! Horeeee!

Tak pantas mengeluh adalah ketika sedang menolong anak yang sedang muntah, anak sebelahnya ketularan. Mungkin karena tak tahan bau dan nyembur tiba-tiba, ouch… kena celanaku! Hei kamu tahu bahwa kamu bawa baju ganti.

Tak pantas mengeluh adalah ketika sampai di Borobudur dan mesti naik ke puncak. Sudah berapa kali aku naik kesana. Bosan pastinya. Hei itu olah raga, nanti sehat badanmu.

Tak pantas mengeluh adalah ketika ada yang hilang dari rombongan. Bagaimana mencari seseorang diantara ribuan pengunjung begini. Hei kamu bisa minta tolong pihak informasi mengumumkan dan tunggulah di pintu keluar. Beres!

Tak pantas mengeluh adalah begitu sampai di Jogja maceeet… maceeeeettt. Bulan ini Jogja punya banyak agenda, jelang tahun baru, libur sekolah + sekaten. Besok lagi kalau mau bawa anak-anak mesti cari tahu dulu keadaan jogja.

Tak pantas mengeluh adalah ketika mau masuk taman pintar. Waktu sangat mepet. Macetnya tidak bisa dikompromi. Bis tak punya tempat parkir sampai 1,5 jam setelahnya. Dan dengar kabar taman pintar sudah tutup. Hei ajak anak-anak karouke, mari nyanyikan lagu bersama sambil tepuk tangan. Asiiiiiiiiik!

Tak pantas mengeluh adalah ketika badan sangat lelah. Antarkan anak-anak belanja di pasar sore malioboro, menuju angkringan titik 0 km Jogja. Teh anget dan nikmati suasana Jogja, mantaaaab.

Tak pantas mengeluh adalah ketika mulai dengar gosip guru-guru tentang buruknya biro perjalanan kali ini. Hei, tak perlu mengeluh! Tak perlu saling menyalahkan. Nikmati hari kita. Kita mengantongi banyak sekali pengalaman hari ini.

@Borobudur

@Borobudur

Jogja, Desember 29

Lina Sophy