Keysha

Ini fiksi yang kupublish di tahun 2009. Entah muncul ide dari mana, lupa. Ceritanya juga asal-asalan. Hahaha!!! Bongkar-bongkar email, ternyata pernah join WP lain juga, dari pada bingung mending dinonaktifkan, dan cerita disana dipindahkan… dari pada lama nggak update blog! :p

—————

Hari ini Keysha memintaku menemaninya kesekolah, tempat ia mengajar, di sebuah taman kanak-kanak. Setelah satu mingguan ini terlihat murung, akhirnya kulihat juga senyumnya pagi ini. Ia terlihat ceria, sesuatu yang membuatku ikut merasa bahagia. Pasti sesuatu telah terjadi, namun apapun itu aku tak perduli, asalkan Keysha, sahabatku yang satu ini bahagia akupun akan merasa bahagia.

Siang itu, setibanya di sekolah. Kulihat anak-anak berhamburan menyambut kedatangannya. Bundaaaa, bundaaaa… teriak mereka sambil berebut mencium tangan Keysha. Aku tersenyum melihatnya, hatiku begumam  ”Keysha”.  Aku tak menyangka seorang Keysha, gadis ini yang kukenal begitu manja ternyata mampu menjadi sosok yang berbeda.

Hanya sebentar ia mengajar, sekitar satu setengah jam pelajaran usai. Setelah kita berkemas dan bersiap untuk pulang ternyata hujan turun menyapa. Semakin deras, dan deras. Dengan terpaksa kita urungkan niat untuk pulang, menunggu hujan reda.

Kulihat Keysha termenung di beranda sekolah, memandang hujan yang tak kunjung mereda. Mungkin khayal dan pikirannya melayang. Aku tahu, hujan telah mengingatkan ia pada seseorang. Leo, cinta pertama di sma dulu. Baginya dalam hujan, tersimpan begitu banyak kenangan. Kenangan saat dua tahun lalu, terakhir mereka bertemu. “Keysha, diantara kita bukan nggak ada apa-apa lagi, kita tetap bersaudara” ucap Leo sambil menggenggam tangan Keysha dan mereka berlari-lari kecil menyusuri jalan ditaman itu, dalam hujan sambil tertawa.

Dan benar saja “Leo…” kudengar ucap Keysha lirih.

Aku tahu dia merindukannya, cinta pertamanya. Sejenak kemudian ia terlihat sibuk dengan handphonenya. Ia tersenyum dan beberapa kali juga ia tertawa dengan seseorang diseberang sana. Dia bukan Leo, tapi Ana istri Leo yang berbicara dengan Keysha.

Dan sekali lagi aku bergumam  ”Keysha”.

——————————

Repost, sambil mikir ulang, apa yang hendak aku sampaikan dalam cerita ini ya? Halaaaagh yang penting posting euy…

2 pemikiran pada “Keysha

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s