Main Air di Owabong.

Senengnya yang mau berenang

Masa liburan tahun baru memang sudah usai, tapi kita baru punya kesempatan main-main nih. Silaturahim ke Tegal, Banjarnegara dan Purbalingga. Disela waktu yang serba mepet untung masih bisa ngajak Sulthon ciblon di owabong.

Family Time

Owabong waterpark ini ada di Purbalingga. Airnya langsung dari mata air yang ada disitu, jadi kebayang segernya berenang disana. Apalagi kesana pas hari masih pagi dan bukan hari libur. 

Terapi ikan

Masih sepi jadi lebih menyenangkan, enggak gaduh dan riweuh. Kebayang enggak enaknya kalau ke kolam isinya penuh orang. Mau ngapa-ngapain susah. 

Dan itu tuh pas terapi ikan bener-bener sendiri sekolam. Pas heboh teriak kegelian jadi enggak malu. Lalu, kemana sulthon kenapa emaknya bisa ungkang-ungkang dipijitin ikan? Dia diajarin renang sama abahnya. Kan, emaknya enggak pandai renang yeee.

Yang patut disyukuri lagi, main kesini ini geratisan. Dibayarin jama’ah ngaji abah bonus makan, beberapa setel kaos owabong,  dan jajanan untuk dibawa pulang. Kurang nikmat apa coba? Rejeki anak soleh, alhamdulillah. 

Kapan-kapan berenang lagi dimari ya toooong… 😄😁😊👦

Posted in Tak Berkategori.

Eksekusi Pie Susu

Siaaaang… Postblog nih, habis install wp di android. Ceritanya mau ngetes. 

Pie susu


Sebagai mamud aka mamak muda, pastinya dong selalu berusaha sebaik-baiknya menjadi ibu terbaik buat anaknya dan menjadi istri solehah kebanggaan suaminya. Jadi ya begini, ada waktu luang sedikit tatkala anak tidur cusss ngosrek ke dapur bikin cemilan.

Ini resep hasil kepoin akun masak-masakan di ig. Jadi sambil momong anak biar enggak bosen dan biar kekinian emaknya biasa sambil nyekrol-nyekrol hp liat resep.

Hasilnya lumayan meski bentuk belom sempurna. Tapi ini salah satu jajanan kesukaan sulthon ya setelah onde-onde. Kepengen sih bikin onde-onde, soalnya tiap pagi dia ngerengek “ndaaa, inta onde-an”. Tapi kayaknya terlalu ribet bahan dan waktunya belom ada.

Btw, kalau postingan ini berhasil, mudah-mudahan bisa membangkitkan semangat ngeblog. Aamiin.

Posted in Tak Berkategori.

Resolusi 2017

Happy New Years! Friends…

Sebelum nulis tentang harapan di hari-hari mendatang di tahun 2017 ini, saya curcol sedikit tentang malam tahun baru. Sudah tahun ke-2 tiap malam tahun baru yang terbayang adalah malam panjang di tanggal 31-12-14 jelang 01-01-2015. Iya malam itu adalah malam terpanjang yang saya rasakan. Malam anugrah yang begitu indah dimana lahir bayi mungil, titipan Allah untuk saya dan suami.

Oh ya, tahun ini tidak ada perayaan apapun dimalam tahun baru. Nggak ada jalan-jalan keluar, nggak ada bakaran, nggak ada nyalain kembang api, nggak ada nongkrong apapun. Abah sulthon sedang sakit dan butuh lebih banyak belaian sayang dari sayah #ishapaansih. Mudah-mudahan segera sehat, okay abah sulthon! Dan sulthon pun belum ngerti di luar sana, banyak orang pesta, banyak kembang api, dan pasti banyak tukang odong-odong. Jadi dia tidak merengek minta naik odong-odong, tidur nyenyak seperti malam biasanya.

Well, karena tahun baru adalah bilangan baru untuk usia anak saya. Maka itu, resolusi tahun baru nggak akan jauh dari soalan anak tentunya. Nggak banyak, hanya mudah-mudahan bisa menjadi manusia yang lebih punya banyaaaakkk “hati” dari tahun sebelumnya. Kalau mewujud, insya Allah saya bisa menjadi manusia yang taat pada Tuhan saya, bisa jadi istri dan ibu yang lebih baik, bijak, sabar, pengertian untuk orang-orang yang saya cintai.

Wakhususon doa untuk sulthon, semoga menjadi anak alim lagi soleh, sukses dunia wal akhiroh, Aamiin.

 

Posted in Tak Berkategori.

Tugasmu hanya bermain, nak.

Selamat Siang,

Akhir tahun kalian liburan kemana?

Waktu ngeblog telah tiba, horeee horeee hatiku gembira. Dari tadi nungguin bocil KOTugas dan sekarang meski capek tapi dalam hati sudah diniatkan tiap weekend mau menyempatkan diri sejenak untuk menulis jadi dipaksain lah sebentar. Membuang rasa bosan, menyalurkan gelisah, dan yang pasti belajar lagi dari awal menulis. Saking lamanya berhenti semua jadi kaku, bengong dulu lama di depan laptop sebelum menulis.

Begini, saya sejak punya anak memang benar-benar sudah jadi pengangguran. Tidak lagi dan memang tidak ingin berkarir di luaran (kecuali ada sebab lain yang saya tidak bisa mengingkari — atau pilihan terbaik — atau saya tidak punya pilihan lain). Dulu saat baru menikah, diawal 2014 sempat terjebak di dunia perbankan selama 9 hari. Sangat buruk dan tidak enak, mungkin lain kali bisa ditulis pengalaman ini.

Pengangguran memang jadi pilihan saya. Fokus kehamilan dan pasca melahirkan. Mengasuh sendiri bayiku, itu cita-cita dari dulu yang harus diwujudkan. Aaaakkk mau tahu gimana rasanya sehari 24 jam bersama dan sepanjang waktu? Amazing! Nano-nano banget rasanya. Saat bayi masih OK lah, nyenengin meski badan kurang tidur dsb. Nah agak gedean dikit, saat anak dalam keadaan”rusuh maksimal” maka mental, kepekaan, kesabaran, kesabaran, dan kesabaran itu paling dibutuhkan. Ok, ini tidak bisa ditawar.

Tugas anak adalah bermain.

Kata-kata itu dulu katanya pernah aku ucapkan untuk menasehati seorang teman. Jadi, ketika aku mulai berkeluh kesah tentang kekhawatiran mengenai tumbuh kembang anak dengan santainya dia balikan kata-kata ajaib itu. Tugas anak hanya bermain. Ok, saya diam dan mencoba mengingat-ingat. Iyakah saya pernah bilang begitu?

Kenapa bermain? karena dengan anak-anak bermain mereka belajar banyak hal. Nggak perlu lah kita bahas lagi teorinya. Tinggal googling aja istilah bermain sambal belajar atau playing by doing, bakal muncul banyak penjelasan.

15107270_10209956722788413_5844658203147787933_n

15590655_10210274774779514_5233963485890290940_n

15622478_10210311372694439_2631484933325957296_n

Tugas orang tua memilah permainan yang tepat untuk anak.

Nah ini yang terpenting. Memilah “main” yang tepat untuk anak kita yang sesuai dengan masa tumbuh kembangnya. Disini saya dituntut untuk mengasah kreatifitas diri. Nggak mungkin kan anak cuma main gitu-gitu saja. Karena sulthon masih dibawah 2 tahun yang penting buat saya bisa stimulasi perkembangan motoriknya, bahasanya dan perilakunya. Nggak muluk-muluk harapan saya sama Sulthon ketika besar nanti. Jadilah anak yang berakhlak baik dan kuat. Dan untuk mewujudkan harapan-harapan itu sebagai orang tua yang bijak sudah selayaknya kita terus belajar.

Soleeeh ya anakku! Aamiin.

 

 

 

Posted in Tak Berkategori.

Singgah di Stasiun Madiun

00.40 kereta Malioboro express yang membawa kita sampai di stasiun Madiun. Sebentar saja, sama seperti di stasiun sebelumnya. Naik dan turun penumpang, kemudian kereta melaju kembali meneruskan perjalanan sampai ke tujuan.

Sama seperti halnya hidup. Stasiun ibarat moment, ketemu dengan banyak sekali kisah, peristiwa baik senang atau susah, ketemu dengan banyak orang baik yang sebatas kenal, jadi teman, jadi mantan, jadi sahabat dan sebagainya. Dan, apapun yang kau temui percayalah bahwa segalanya tak ada yang abadi, baik senang atau susah. Bahagialah agar nikmat hidup ternikmati.

 

Sophy,

09/11/16

 

Posted in Tak Berkategori.

Emak Belajar Kreatif

Aaaakkkk… Hampir sebulan dari terakhir nge-post dan itu juga salah satu tulisan yang sudah ngendon di draft dari lama, Sulthon belum genap setahun. Mau ngedit tulisannya juga sekenanya.

Sebenarnya niatan ngeblog ada seiring Sulthon makin gede, tapi begitu buka laptop siang hari langsung rebutan. Sebagai emak yang baik ya ngalah dong ya? Ikhlas ikutan mantengin film The Good Dinosaur atau lihat video Jhony Jhony Yes Papa. Nah kalau malam, sayanya yang nggak kuat lagi begadang. Maklum, full day momong bocil, dia tidur sayanya kadang mendahului.

Sebagai ibu rumah tangga yang kesehariannya di rumah ngurus anak, ngerjain pekerjaan rumah tangga nyuci nyapu ngepel nyetrika dsb, nyiapin makan Sulthon dan Abahnya, begitu terus setiap hari pasti punya rasa jenuh. Gini aja nih hidup, kurang warna rasanya. Maka itulah jiwa kreatifitas mesti di gali dan di gali.

Yeaaahhhh. Sekarang nih, selain hobi baca resep masakan saya mulai tertarik mendalami dunia jahit menjahit. Halaaagh, bahasanya! Bukan mau ikutan trend bikin usaha desain baju-baju kayak artis gitu. Niatnya mah tulus, bikin baju untuk keluarga sendiri. Selain lebih murah (ini emak-emak banget) kayaknya ada perasaan bangga jika anak atau suami atau diri kita sendiri pakai pakaian yang dibuat sendiri.

Pernah kursus? Belum dan kepengen sih. Nah bakat menjahit sebenarnya turunan. Mesin jahit dirumah itu umurnya sudah tua banget tapi masih good condition deh. Itu mbah Buyut saya yang beli, lalu diwariskan sama menantunya yang multi talenta. Simbah kakung saya. Katanya, pada zamannya simbah Kakung bisa jahit rapi dari mulai baju biasa sampai jas rumit padahal tidak kursus juga. Nah bakat Simbah Kakung diturunkan sama Ibu dan Ibu ke saya. Gitu ya? Hahaaaa.

img_20160812_113707

Jahit Menjahit

Belajarnya siy dari yang paling sederhana. Ngukur-ngukur dan motong kain. Dari kain sisa biar kalau salah enggak nyesek. Kalau kain mahal salah potongan kan eman-eman yak?

 

img_20160813_110249

Ini Hasilnya!

Cukup puas sayanya dong yak? Kalau jadi begini kan saya nggak terlalu repot mikir biaya baju anak yang harganya minta ampun.

img_20160910_064549

Ganteng kan?

Dan begitu Sulthon pakai tuh baju, duuuhhh meleleh hati Ibu. Senang bukan kepalang. Terharu dan sedikit lebay. Iya, yang tadinya nggak berfikir jahit baju anak bias jadi usaha, sekarang mah mulai mikir-mikir. Kan menjahit kerjaan di rumah. Bukan pekerjaan yang harus dilakoni diluar setiap hari. Urusan rumah kepegang, anak dan suami ke peluk #eaaa.

img_20161014_104910

Jahit Menjahit

Tuuuhhhh siapa yang enggak puas coba lihat anak cakep pake baju bikinan sendiri. Dia pake baju ini, anak 5 tahun aja komentar. Adek Sulthon ganteng, bajunya bagus. Ssssstttt padahal ini nyari kain di toko kiloan, untung aja dapat katun bagus meski ukurannya seuprit. Yaaa, lebaran besok kali bias lah produksi 2 atau 3 atau 23 atau lebih? Tolong diaminkan saja, ya. Thank you.

 

 

 

 

 

Kaliurang, 14 Oktober 2016

-Sophy-

Tentang Tahun Pertamamu Sulthon Al Fatih

Menikmati setiap proses tumbuh kembangmu setiap waktu adalah hal paling membahagiakan dalam hidup ibu, nak. Saat pertemuan pertama kita, pipimu disodorkan suster untuk di cium ibu, sementara ibu masih tak berdaya di meja operasi. Tentu saja, masih terekam jelas saat-saat itu. Betapa bahagianya, memilikimu.
Ketika pertama kali kamu menetek. Ahh, pun betapa bahagianya hati ibu, nak. Kamu pandai sekali. Kita belajar, ini adalah ilmu yang langsung diberikan Allah pada kita, pandai tanpa diajarkan.
Hari-hari pertama, tiap malam entah berapa kali kita sama-sama terbangun. Pip dan Pup, berkali-kali. Tapi, ibu tetap bahagia. Rasanya kembali seperti bocah perempuan yang sedang main boneka-bonekaan, tapi engkau boneka hidup paling indah dan menyenangkan, nak.
Tengkurap, balik badan, merangkak, berdiri dan semua polah pertamamu menjadi hal-hal ajaib buat ibu. Menjadi obat paling mujarab untuk menyembuhkan setiap lelah ibu. Senang sekali, ibu bisa menikmati setiap proses tumbuh kembangmu.
Dan ketika usiamu, 10 bulan 19 hari, yeeeay! kamu, anakku bisa melangkah. Satu langkah jatuh, kemudian berkembang lagi dua langkah, meski kaki kanan semua menjadi 1/4 putaran tapi ibu bangga dan senang sekali. Dan kini, langkah-langkah kecilmu sudah menjelajah isi rumah.
PR buat ibu adalah mengajarkan agar tiap langkahmu sampai kelak, ada di jalan yang baik. Baik menurut orang baik, dan baik menurut agama Allah Ta’ala pastinya.
Robbi habli minash sholihin, amiiiin.
12219502_1646763878934244_7551554143585004137_n

anak soleh ibu

 

———–

Ini tulisan ada di draft, mau buat catatan tahun pertama tapi terabaikan. Catatan ini ibu persembahkan untuk anak soleh ibu. Kelak, ketika engkau sudah pandai membaca, kamu baca ya Naaakk. Cinta Ibu, tiada taraaaaa.

Posted in Tak Berkategori.