perempuan itu unik

Mr. …(8:47:13): pria tidak boleh memakai perasaan, tapi pria harus memakai logika.!!! kamu tahu maksudnya?
Mr. … (8:47:28): yang boleh pakai perasaan mungkin hanya wanita!!!
Mr. …(8:47:46): dan sekarang aku ajarkan kamu satu hal…!!!
Mr. … (8:48:00): gunakan logika dan singkirkan perasaan….
Mr. … (8:48:11): paham…!!!???
Mr. … (8:48:42): aku nggak menyalahkan kamu…tapi ini realita hidup…
Mr. … (8:49:20): kamu telah dipilih oleh allah untuk menjalani ini semua dan ada arti tersendiri yang telah direncanakan allah dibalik ini semua…
Mr. … (8:49:48): coba flashback dimana letak kekurangan dan kesalahan kamu…?
Mr. … (8:50:12): semua terjadi karena kamu slalu memakai perasaan dibanding logika dan akal sehat kamu…

Begitulah reaksi yang kuterima dari salah satu teman terbaikku, saat aku berbagi cerita lewat Ym malem itu.  Minggu lalu, adalah minggu yang sangat berat untukku… Breaking My Heart Again… halagh, hehehe… ;))

But, aku mencoba untuk tidak larut dalam kesedihan, thanks untuk temen-temen yang udah menghibur dan menemaniku, khusus buat mas Iyan makasiiiiihnya pake banyak 😀

Dari secuil cuplikan chat diatas aku banyak berfikir, benarkah aku terlalu berperasaan? hm… jujur kuakui… iya, aku terbiasa memakai perasaan tanpa logika dan akal sehat yang sebanding. Dan itu memperparah keadaan, membuat masalah menjadi makin runyam, kesedihan terlihat lebih memilukan…hiks  T_T

weeeew #:-s

Cukup…cukuuup… cerita pribadinya, kembali ke topik awal, perempuan itu unik!!! hm… dilihat dari sudut pandang yang mana? Perasaan vs Logika.

Fakta memang menunjukkan bahwa wanita lebih menggunakan sisi perasaannya daripada pemikiran logis. Hampir semua pikiran, ucapan dan perbuatan wanita didasari dengan mempertimbangkan perasaannya. Kecenderungan mekanisme batin ini sering membuat komunikasi antara wanita dengan pria kadang tidak selaras, karena pada umumnya pria lebih menggunakan sisi pemikiran logis.

Perasaan merupakan akumulasi dari berbagai emosi. Manusia memiliki beberapa macam emosi fundamental, seperti : senang, kaget, sedih, marah, malu dan takut. Perasaan adalah hasil dari gabungan beberapa emosi. Misalnya stres adalah perasaan yang dihasilkan oleh akumulasi emosi sedih, marah dan takut. Artinya, perasaan merupakan reaksi baru dari paduan berbagai macam emosi. Wanita hidup dengan dan sangat bergantung dari reaksi-reaksi ini. Wanita cenderung berbuat suatu hal untuk memuaskan perasaannya. Karenanya tidak jarang wanita mengalami konflik batin.

Pria cenderung mendominasi aktivitas batinnya dengan pengamatan indera. Apa yang ditangkap oleh indera, itulah yang menjadi basis responnya. Ketika sampai di perasaan, pria pada umumnya akan meneruskan impuls dan mengunyahnya di pemikiran logis. Setelah dicerna dan dibandingkan dengan dunia luar, pria akan merespon dan melakukan perbuatan. Sedangkan wanita umumnya akan meneruskan impuls dari pemikiran logis untuk dipertimbangkan lagi di sisi perasaan. Ibarat kerja dua kali. Setelah menyimpulkan suatu hal secara logis, wanita cenderung kembali mengauditnya lewat perasaan. Karenanya wanita terlihat lebih sensitif.

Lalu apa yang menyebabkan wanita lebih menggunakan perasaannya? Ketika wanita merasakan suatu hal, impuls akan membuat perasaan bekerja dengan sistem limbic hingga naik ke neokorteks. Impuls ini akan naik lagi sampai di otak kanan. Sampai di sini, impuls juga akan diteruskan lewat jaringan corpus callosum menuju otak kiri. Otak perempuan memiliki enam sampai tujuh pusat bahasa di belahan kanan dan kiri. Perempuan juga kadang tidak membutuhkan lintas belahan ini untuk mengekspresikan perasaannya secara verbal. Selain itu, hormon estrogen juga mempengaruhi pola pikir perempuan tentang perasaannya.

Fakta bahwa perempuan bekerja dengan sistem perasaan ini memberikan gambaran jelas bahwa sebenarnya wanita lebih egois daripada pria. Ya, wanita lebih mementingkan perasaannya sendiri. Wanita lebih mudah untuk hanyut dalam perasaan, lebih mudah mengasihani diri sendiri, dan juga lebih mudah untuk mengabaikan realita. Namun jangan salahkan keegoisan wanita ini.

Perbedaan itu ada Fitrahnya.

Charles Darwin dalam The Descent of Man menguraikan bahwa pria dan wanita memang berbeda dalam berbagai hal, dalam ukuran tubuh, kekuatan tubuh, dan seterusnya sampai dengan hal pemikirannya. William Thimas dalam artikelnya 1987, mengatakan bahwa otak perempuan lebih kecil daripada otak pria.

Sedangkan Ruben Gur, seorang ahli syaraf dari Universitas Pensylvania mengatakan bahwa otak wanita dan otak pria ternyata bekerja dengan cara yang berbeda. Penelitian-penelitian lain juga membuktikan bahwa jumlah darah dalam otak wanita lebih banyak 15 % dibandingkan dengan jumlah darah dalam otak pria.

so, dari sekian banyak penjelasan yang ada semuanya menunjukkan kalau pria memang berbeda dengan wanita. Dr. Alexis Carrel, seorang dokter dan juga peraih nobel, berkata bahwa perbedaan tersebut berkaitan juga dengan kelenjar dan darah masing-masing kelamin.

Begitulah kira-kira hehe… 😉 ini bukan pembelaan diri, hm… atau memang ke-egois-an ku yang selalu ingin dimengerti??? 😛

Ini semua adalah keunikan sebagai seorang wanita. Di balik keegoisan wanita, terdapat banyak sekali keramahan dan kelembutan yang mengembang.

weeew, ada yang melintas… gimana coba kalau pria yang dituntut untuk lebih berperasaan????? 🙂

Luv Friday

“nulis di kamar, saat hujan”

Iklan

12 thoughts on “perempuan itu unik

  1. Perempuan adalah makhluk yang tidak dapat didefinisikan.
    Perempuan seperti lautan, dia tunduk kepada siapa saja yang kuat berenang mengarunginya, tetapi dia ganas terhadap siapa yang lemah dan takut kepadanya
    dan Perempuan akan menjadi sangat kuat bila dia bersenjatakan: kelemahlembutan.
    So jgn berlemah hati gara-gara sesosok pria ya sista ^__*
    Semangaaad :-*

  2. hmm,.. perempuan adalah makhluk yang unik,
    perempuan diciptakan lebih condong kearah perasaan sedangkan pria lebih kearah logika. Perempuan diciptakan untuk melengkapi kehidupan, jika dia di suruh berfikir secara logika dan sebaliknya pria pun begitu, maka ga bisa dipaksakan hal yang seperti itu. Wanita dan pria diciptakan untuk saling melengkapi bukan memperjauh perbedaan yang ada, tetapi untuk saling melengkapi. Ada kata pepatah,. “wanita ingin di mengerti”. Jika wanita lebih keperasaan maka seorang laki laki akan mengarahkannya, jika dia tidak ada arah fikiran yang goyah. Begitu sebaliknya jika pria berfikir atas pemikirannya dan tidak dilandasi dengan perasaan nantinya akan seperti robot. Disitulah peran wanita. Wanita ada untuk diayomi begitu sebaliknya pria ada untuk didorong dan diarahkan.

    ini tulisan waktu “ngigo”
    Neoriz

  3. ckckck…lengkap sekali referensi tulisanmu Lin. Itu berarti menulisnya menggunakan logika..hehehe..tetapi menulis tanpa perasaan juga tidak hidup deh..
    Menurutku sebaiknya kita tidak fokus pada perbedaannya. Tetapi kelengkapannya. Karena sejatinya ketika seseorang lebih dominan logikanya, ia tetap memiliki perasaan. Demikian juga sebaliknya.
    Itulah mengapa diciptakanlah manusia berpasang-pasangan pria dan wanita kan?

    *)weeew, ada yang melintas… gimana coba kalau pria yang dituntut untuk lebih berperasaan????? 🙂
    no problem for me…kan aku orangnya perasa…hihihihi

    • lengkap ya mas??hehe.. betul juga kl itu pemaparannya pake logika, tapi kadang untuk hal2 tertentu lina cenderung make perasaan mas..hihi…

      weeew… iya po mas?mas Fer perasa 😕
      hehehe 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s