mau kaya?? yok kita nabung!

“Bing beng bang
Yok kita ke bank
Bang bing bung
Yok kita nabung
Tang ting tung hey jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung”

Hm… siapa sih yang nggak kenal penggalan lagu tersebut. Lagu yang dinyanyiin Saskia dan Geovani ditahun 90-an ciptaan tante Titiek Puspa.  Lagu yang ngetop saat saya masih duduk dibangku sd.  Tapi sebetulnya bukan lagunya yang ingin saya bahas disini, melainkan sedikit tentang menabung. Menabung, satu kata kerja yang mudah dikatakan, namun praktiknya acap masih saja sulit dilakukan, apalagi secara rutin.

Dimulai dari cerita sederhana saya hari ini, saat saya dalam perjalanan ke sekolah untuk mengajar ekstrakulikuler, di jl. gejayan saya lihat ada penjual gerabah yang ramai dikerumunin orang. “Waaah… celengannya bagus tuh, pengen beli” pikir saya dalam hati. Tapi saya urungkan niat karena waktunya mepet, daripada telat masuk kelas mendingan pulangnya saja kalau penjualnya masih ada.  Dan akhirnya saat pulang terbeli juga sebuah celengan kuda yang lumayan besar.

Celengan, kalau kita dengar kata celengan pasti akan teringat dengan masa kecil kita. Karena kebiasaan menabung dalam celengan biasanya dimulai saat kita masih kecil. Orang tua atau guru di sekolah sering mengajarkan kita untuk menabung. Dengan menyisihkan sedikit dari uang jajan untuk ditabung, dan kita akan merasa senang sekali jika kita dapat membeli sesuatu dengan uang hasil tabungan atau celengan kita sendiri.

Walaupun menabung dicelengan itu mungkin sudah ketinggalan jaman alias kuno. Menurut saya tetap saja ada manfaatnya, bukan hanya untuk anak-anak. Tetapi untuk orang dewasa seperti kita. Salah satu contohnya yang saya sering alami adalah ketika keuangan kita benar-benar minus kita masih bisa ditolong dengan adanya celengan.

Akan tetapi dilihat dari segi keamanan dan fungsinya, celengan sudah sangat jarang digunakan. Masyarakat cenderung memakainya hanya untuk kesenangan. Mereka lebih memilih menabung atau mendepositokan uang mereka di bank. Namun pergeseran pola masyarakat untuk menabung di Bank tersebut, diakui pula telah mengembangkan bisnis perbankan di dunia.

Banyak sekali bank baik milik pemerintah maupun swasta yang bisa dijadikan pilihan. Selain itu menabung di Bank juga bisa mendapatkan beberapa fasilitas yang cukup menarik, baik kemudahan transaksi, tingkat suku bunga, proteksi asuransi maupun program berhadiah. Alasan itulah yang menyebabkan masyarakat tertarik menyimpan uang mereka dibank dari pada dirumah.

Lalu, apakah menabung dengan cara seperti itu kita bisa menjadi kaya?

Menabung di dalam celengan, mungkin tidak akan menyebabkan kita menjadi kaya. Manfaatnya hanya sedikit, namun kita dapat belajar menyisihkan sedikit uang kita dan dapat digunakan sewaktu kita butuhkan. Sedangkan menabung di bank, jika uang yang kita investasikan dalam bentuk tabungan atau deposito berjumlah banyak jawabannya mungkin saja iya.

Lalu bagaimana untuk orang yang tidak mempunyai banyak uang?hm… kita masih bisa menggunakan cara lain. Cara yang lebih sederhana untuk menyimpan uang kita, dan saya jamin bisa menjadi kaya. Dimanakah tempat itu? Fakir miskin.

Bersedekah, Uang hilang dalam sekejap, amal dan kebaikan akan kekal selamanya. Bukankah ini juga menabung? 😉

Manfaat sedekah tak perlu diragukan lagi. Di dunia, manfaat sedekah adalah menyucikan jiwa dari sifat bakhil dan membersihkan jiwa orang miskin dari sifat  iri dan dengki. Allah SWT  berfirman, “Ambillah  zakat  dari sebagian  harta mereka. Dengan zakat itu  kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka.” (QS At Taubah 103)

Sedekah juga akan menambahkan rezeki  dan mendapat pertolongan Allah. Nabi  Muhammad SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah sebelum meninggal, bersegeralah berbuat baik sebelum sibuk, sambunglah antara kamu dan Tuhanmu dengan memperbanyak berzikir, memperbanyak sedekah dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, niscaya kalian mendapat rezeki, pertolongan, dan memperbaiki keadaanmu.”

Yuuuuks belajar sedekah sama-sama… 😉

Iklan

6 thoughts on “mau kaya?? yok kita nabung!

  1. waaaa..keinget jaman sd…, ya lagu ya kebiasaan nabung pake celengan. dulu celenganku bentuknya bulet berwarna merah…semacam kendi…kalo uang kertas yang dimasukkan kesana pasti berjamur..hehehe..
    seru kalo jaman sekarang masih ada celengan seperti itu…
    celengan apapun bentuknya perlu banget..
    palagi celengen akhirat…., mari menabung dan bersedekah juga….

    nice post sist ^.^

    • banyak bu… celengan jaman sekarang lebih bervariasi lg, dibuat dengan bahan dan bentuk yang bermacam2…

      tapi buat saya siy lebih antik yang dari tanah liat…kesan jadulnya dapet banget…

      saling mengingatkan untuk tabungan akhiratnya yah… yuuuk mariii 😉

  2. kalo mau ada yang bernostalgia dengan celengan,,,bsk pada bln juni tgl 13 akan ada lomba melukis celengan kertas di jogjakarta t4tnya di ruko pasar bale catur, gamping,sleman jogjakarta…sekedar info saja..dalam rangka memecahkan rekor muri..tq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s