Perjuangan Hasan

Sejak pindah rumah kontrakan November lalu, jadi suka jajan dipedagang keliling. Ada lotis, siomay, mie ayam, tukang soto semua lewat depan rumah. Beda dengan rumah lama yang letak rumahnya agak jauh dari jalan. Jadi belom sempet teriak itu penjual udah jauh.

Tapi dari sekian penjual hanya satu yang membuat aku tertarik. Anak lelaki itu bernama Hasan. Masih berusia belasan, merantau ke Jogja dari kota Magelang. Siomay jualannya lumayan enak dibandingkan penjual lainnya.

Setiap jam 2 siang, dia lewat depan rumah.  Lalu jika jendela kamar ku buka dia berhenti beberapa saat, memberikan tanda dengan pukulan bambunya. Tak tega rasanya jika tidak membeli walaupun perut ini kenyang.

Pernah suatu hari dia kejebak hujan dan dia lupa membawa jas hujan, akhirnya menunggu hujan reda disini. Itu berarti hari ini dia mesti berjualan sampai larut malam sampai dagangan habis. Itulah kesepakatan antara dia dengan bossnya yang punya usaha siomay, maklum dia hanya pekerja. Setiap pagi dia membantu membuat siomay, lepas dzuhur dia berangkat mengayuh sepedanya berkeliling start dari daerah muja-muju (dekat SGM Veteran) sampai daerah seturan. Dan paling cepat dia kembali sekitar pukul 7 malem. Namun jika tidak terlalu ramai bisa sampai jam 9 bahkan kadang lebih.

Dia bercerita suatu saat nanti pengen mandiri, seperti teman-teman dia yang lainnya. Tidak lagi berjualan siomay untuk bossnya, tapi milik mereka sendiri. Aku cuma bisa berdoa semoga Hasan sabar menjalani perannya, kepolosan serta semangatnya tidak memudar sejalan dengan kehidupan yang makin keras dan tidak bersahabat.

Hasan dengan Siomay jualannya

Hasan dengan Siomay jualannya

*) Sambil denger lagu Rapuh-nya Opieck,

“meski kurapuh dalam langkah kadang tak setia kepada-Mu, namun cinta dalam jiwa hanyalah pada-Mu”

Jogja, 9 April 2010

Iklan

3 thoughts on “Perjuangan Hasan

  1. tetaplah menatap kedepan…..tuk arungi lautan yang begitu luas….dengan cobaan badai , hujan dan juga gelombang yang pasang surut…….
    tetaplah berjuang dengan semangat seorang komodor yang tangguh nan rupawan……
    jadilah kapten bagi jiwa elokmu…

    *puisi antah unyuk jiwa pejuang….xixixiixi

  2. Ping-balik: Mereka Yang Tak Terlupa dari Jogja « Hidup Adalah Sebuah Inspirasi Tanpa Henti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s