Jogja-Bandung-Subang (Perjalanan untuk melatih kesabaran)

“Liburan?”

“bukan”

“belanja”

“bukan”

“urusan kerjaan?”

“bukan juga”

“lalu”

“cari inspirasi, hahaha”

Ke Bandung… dengan tujuan cari inspirasi, hahaha… nyusun TA aja butuh inspirasi. Dasar gebleg. TA itu cuma butuh waktu 16 hari padahal kata bang Syam AR diblognya. Tinggal rajin nongkrong diperpustakaan serius ngerjain, selesai deh. Nggak perlu banyak alasan.

Mmm… mungkin saya masih betah di Jogja. Anggap itu masalahnya. (Pasti banyak yang protes pas baca alasan ini dan bilang bohong banget, hahaha). Kalau alasan untuk mama saya lebih khusus…walaupun berujung omelan yang tak kunjung henti hihihi “Kan Lina pengen ngerasain juga jadi mahasiswa yang lulusnya lama. Buat pengalaman ma…masa lulus tepat waktu terus”

Selasa kemarin, tanggal 4 mei 2010. Berangkatlah saya ke Bandung. Tujuannya buang stress. Menyenangkan!!! Sangat menyenangkan!!! Bukan hanya soal kesenangan, belanja, jalan, nongkrong. Lebih dari itu. Perjalanan ke Bandung kali ini buat saya adalah perjalanan untuk melatih kesabaran. Banyak banget hal yang tak terduga yang berhubungan dengan kesabaran.

Bisa saja orang lain menganggap apa yang saya alami itu sebuah kesialan. Tapi saya coba melihat itu semua sebagai sebuah cobaan dan berusaha membuatnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Heuheu…

Tiket-Keretaku (Doc. Pribadi)
Tiket-Keretaku (Doc. Pribadi)

Bermain di Stasiun-Iseng jepret dari kereta (Doc. Pribadi)
Bermain di Stasiun-Iseng jepret dari kereta (Doc. Pribadi)

Berawal dari keberangkatan. Padahal udah naik eksekutif tuh… mestinya kereta itu cepet, sampai tepat waktu. Tapi… ada kecelakaan, keretanya nabrak mobil penggiling padi. Untungnya nggak ada korban jiwa. Sialnya tuh tempat bahan bakar lokomotif bocor. Keretanya jalannya lambaaaaaaaaaaatttttt, tanding dengan sepeda itu kereta kalah deh. Akhirnya molor sampai 3 jam. Sabar. Makan nasi pakai garam. hahaha… (gaya ceng-cengan zamil untuk orang sabar).

Kecelakaan kereta (Doc. Pribadi)
Kecelakaan kereta (Doc. Pribadi)

Lalu di Bandung??? pas disana nggak ada sial-sialnya. Syukurlah. Ketemu dengan banyak malaikat perjalanan. (Ngikutin Mbak Najmar, di buku Finding Rumi-nya heuheu). Mamangnya Usman, Ade, Edo dkk di belakang UnPas. Kalian baik sekali. Lalu Enot, sahabat dari SMA… seru banget bernostalgila, hahaha… keluarga bodor yang sungguh menyenangkan!!!! salam buat keluarga disana. Terkekeh-kekeh terus teringat cerita paling konyol soal KTPmu Not hahaha… (Makasih juga foto-foto kenangan SMA kita).

Markas Pertama Belakang UnPas (Doc. Pribadi)
Markas Pertama Belakang UnPas (Doc. Pribadi)

Bandung (Doc. Pribadi)
Bandung (Doc. Pribadi)
Bandung (Doc. Pribadi)
Bandung (Doc. Pribadi)

Sempat jalan-jalan disekitar Masjid Raya Bandung. Hmm… Banyak banget pengemis. Sempat diskusi bareng teman. Dia bilang jangan kasih, dengan berbagai macam teori kesejahteraan sosial. Masuk akal dengan penjelasannya. Ini bukan sekedar pelit bersedekah!!! Tambah masuk akal dengan penjelasan buku cak Nun yang saya baca di Subang.

Masjid Raya Bandung (Doc. Pribadi)
Masjid Raya Bandung (Doc. Pribadi)
Pengemis disekitar Masjid Raya (Doc. Pribadi)
Pengemis disekitar Masjid Raya (Doc. Pribadi)

Oiya, di Bandung juga dapet belanja buku murah lho… di dewi sartika, dapet novel-novel asli bukan bajakan harganya miring. Cuma 30 ribuan. Tapi masih senyum kecut kalau dibandingin sama buku belian my buddy online dibekasi sono… ngiri Lina masssss…

Dewi Sartika (Doc. Pribadi)
Dewi Sartika (Doc. Pribadi)
(Penjual hewan di depan BIP (Doc. Pribadi)
(Penjual hewan di depan BIP (Doc. Pribadi)
With Enot Cihampelas (Doc. Pribadi)
With Enot Cihampelas (Doc. Pribadi)

Nah pas jalan ke Subang. Tu mobil juga minta ngajak berantem. Diuji lagi kesabaran saya. Ngikutin nasehat mamangnya Usman. T I D U R. Tapi di daerah Lembang sempet ngambil foto-foto kebun teh. Indah bener. Dan akhirnya sampailah disebuah pesantren di pedalaman Subang.

Bandung-Subang (Doc. Pribadi)
Bandung-Subang (Doc. Pribadi)

Deg-degan banget tuh pas masuk pelataran, kok masuk kawasan pesantren, sampai bikin saya jadi pendiam sementara disana. Hehehe… tapi tempatnya luar biasa. Asiiiiiiiikkkk, buat kontemplasi disanalah tempatnya. Sambil menyelesaikan baca buku Cak Nun, Jejak Tinju Pak Kyai yang ternyata bagus. Masuk daftar hunting buku selanjutnya. Banyak banget hal yang menyentil hati. Tentang puasa, dialog setan, cerita nabi-nabi yang selalu merasa kurang dan kotor dimata Tuhan, tak ada yang berbicara saya sederhana, saya tulus, saya ikhlas.

Subang (Doc. Pribadi)
Subang (Doc. Pribadi)

Subang. Semoga suatu saat bisa kembali kesana (yang punya tempat ngasih ijin nggak ya…hihihi).

Sebetulnya ada rencana main ke Bogor. Tapi maaf teman-teman yang nunggu saya disana. Nggak bisa penuhin janji (eh saya nggak janji, cuma mau mengusahakan sepertinya heuheu). Lain waktu saya ke Bogor. Semoga terkabul.

Searching di internet, kendaraan Subang-Jogja. Kereta ekonomi… mantaaaapppp… cuma 26ribu doang. Berhubung siang hari… berani sendiri. Dan diperjalanan… ketemu malaikat perjalanan lagi yang super baik. Dua orang yang sempat ngobrol di stasiun Uki dan kawannya, mau susah-susah bawain ransel yang berat. Tengkiyuuuuu… Lalu ada brondong manis si Rijal (pasti dia keGRan dibilang manis hahahahaha) tengkiyu juga buat obrolannya. Inget stiker dikereta. Dilarang Merokok. Saya yakin kamu baca blog saya… hahahaha…

Saatnya menikmati cappucinno + dengerin gending jawa kolaborasi seruling sunda. Sumpah enak bangeeeettttt…

*) Untuk semua malaikat penolong Terimakasih banyak 🙂

Iklan

8 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s