Hujan

“Mestinya kamu dengerin kata-kataku tadi!! Bawa jas hujan”

“Mau berapa lama kita nunggu sampai hujan reda?”

Seorang perempuan muda terlihat sedang marah-marah dan tak berhenti mengomel disamping laki-laki yang terlihat kerepotan membawa barang belanjaan. Namun ia tetap diam dan tak menghiraukan omelan perempuan yang ada disampingnya itu.

***

Sepuluh meter di depan mereka terlihat udin dan kawan-kawannya yang biasa ngamen diperempatan berlari-lari dengan muka sumringah. Kantong celananya terlihat tebal. Tandanya dia mendapat banyak rezeki sore ini.

Sejenak kemudian. Si Udin menghampiri perempuan muda dan pasangannya tersebut.

“Ojek payung om? Ojek payung tante?”

*) Kadang kala kita lupa bahwa sesuatu yang membuat kita benci, kesel, kecewa merupakan berkah buat orang lain. Contoh lain dari hujan… hujan dinanti petani saat sawah mulai mengering disisi lain seorang pedagang es keliling menginginkan hujan berganti panas terik.

Just Fiction

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s