Puasanya Seharga Lima Ribu Saja

Nulis cerpen iseng buat edisi Ramadhan untuk kawan-kawan Canting (Kompasianers Jogja). Ternyata banyak yang minat untuk ikutan dan jadi cerita keroyokan.

selengkapnya ada di “Balada Chentingsari”

——————————————-

“Tong…tong…Sahuuuur… Sahuuuuuurrrr”

“Sahur mi… sahur ji… sahur pi…”

Suara tukang ronda sambil memukul kentongan keliling kampung chentingsari. Kalau dari logat suaranya sudah pasti ketebak. Duo warga pindahan dari kampung sebrang yang katanya jauh banget dari chentingsari. Kalau ndak salah dengar nama daerahnya Celebes. Pak Amrullah sama Pak Agung poku giliran ronda malam ini.

***

“Guuuun…. Bangun sayang, sahur” begitu kata mak Lina Wija.

“Aaaahhh… ngantuk mom” Jawab Gugun sambil menarik selimutnya.

“Ayo sayaaaang, nanti terlambat sahur, sebentar lagi imsak. Tuh mom udah siapkan makanan kesukaanmu tempe bacem dan sambel teri”

Mendengar kata-kata tempe bacem dan sambel teri gugun segera bangkit. Maklum anak itu memang paling doyan sama yang namanya tempe bacem.  Lahap sekali dia sahur, sampai mamaknya yang biasa dipanggil dengan sebutan mom itu geleng-geleng.

“Biar gugun kuat puasa mom, jadi harus makan banyak”

“Baiklah, kalau udah selesai siap-siap nanti kita berangkat ke masjid untuk sholat subuh”

***

Setelah selesai sahur Gugun dan orang tuanya pergi ke masjid untuk berjamaah sholat subuh. Di luar pagar masjid sudah terlihat empat kawan setianya menunggu. Hendra, Sigit, Jenni dan Ngashim. Bukan segera masuk ke masjid nunggu Ustadz mumu masuk mimbar, mereka malah asik nongkrong dip agar menggoda orang-orang yang lewat.

“Hei kalian, bapak dengar kalian tadi malam sudah ganggu anak saya si unyil. Awas kalian nanti kalau nakal lagi. Saya jewer ji satu-satu” begitu saat pak amrullah melewati rombongan mereka. Si Unyil yang berangkat ke masjid bersama bapaknya langsung tersenyum penuh kemenangan sambil mengejek Gugun CS.

“Sabar-sabar ji, lagi puasa mi, tahan diri pi, jangan emosi le, nanti malam kita balas lagi nah” Kata Hendra mengikuti logat pak Amrullah menenangkan kawan-kawannya yang mulai emosi.

“Awas kamu Nyil nanti malam” Kata ngashim geregetan.

***

Suasana siang dikampung chentingsari begitu menyengat. Udara diluar sangat panas. Dan sejak pulang dari masjid tadi pagi si Gugun kerjanya hanya molor saja.

“Mom… boleh nggak? Gugun puasanya setengah hari saja”

“Apaa?? Kamu itu sudah besar harus kuat puasa satu hari penuh, mom nggak ijinin, kamu main-main saja sama teman-temanmu biar nggak terasa puasanya”

“tapi mom, gugun kan haus kalau nggak  boleh pokoknya gugun minta ganti uang lima ribu tiap gugun puasa sehari penuh”

“iya lah, nanti mom kasih”

Begitulah gugun, anak nakal yang dijadikan bos sama kawan-kawannya ternyata dirumah menjadi anak yang cengeng dan sangat manja. Mau puasa sehari penuh aja pake syarat ganti uang lima ribu. Jangan di tiru yang model begitu ya!!!

[Bersambung]

By Lina Sophy


*) Hanya fiksi dan iseng, semoga para pelaku tidak mendendam…

http://www.kompasiana.com/linatussophy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s