Report Bencana Merapi

Met Sore…

Sebetulnya aku bingung kalau mau ngomongin soal bencana. Karena kita semua tahu bahwa bencana akhir-akhir ini sangat sering mampir pada kita (Indonesia). Yang paling dekat ada tsunami/banjir bandang di Wasior, banjir dan macet di Jakarta, gempa dan tsunami di Mentawai, lalu gunung merapi meletus di Yogyakarta.

Apa yang terjadi pada kita bisa jadi karena memang hasil dari perbuatan kita. Kita kurang menjaga dan perduli dengan alam. Oh… tidak, aku tidak akan mencari siapa yang salah atau kenapa ini bisa terjadi. Tuhan sedang memberi ujian pada kita… so, Astaghfirullah… mohon kepada Allah dengan amat sangat agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita, memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia, Amin.

Back To Merapi (Aku yang tinggal di Jogja)

Jogja yang mencekam. Kali kedua yang aku rasa sangat sedih dan menangis untuk Jogja. Gempa tahun 2006 silam, masih sering bikin kita parno jika ada gempa. Dan sekarang, soal merapi… Ratusan ribu orang mengungsi. Gimana rasanya mengungsi? Ah… aku pun nggak akan banyak ngomongin soal ini, ada salah satu teman yang terbiasa membantu menangani masalah pengungsian, mbak Endah Raharjo. Salah satu tulisannya yang sangat menyentuh soal ketidak-nyamanan pengungsi khususnya perempuan baca di sini.

Tuuuuuh kaaan, aku bingung sendiri kalau mau nulis soal beginian. Kebayang wajah-wajah yang ada di TV, anak-anak sampai lansia penuh debu. Huwaaaaaahhh… Nggak tega banget.

Oiya, maaf buat temen-temen yang menanyakan kabar lewat sms sering nggak di balas. Kadang lupa naruh HP, aku baik-baik saja di sini. Setidaknya saat ini masih berada dalam radius aman dari jangkauan bahaya awan panas dan lahar merapi. Imbas yang dirasakan warga kota Jogja hanya debu vulkanik dan untuk sebagian warga di tepi sungai yang membawa lahar dingin.

Hari ini baru sempat keluar jalan dan bisa ngambil gambar. Kemarin boro-boro keluar, coz di luar jarak pandang deket banget… mata yang rabun susah deh buat lihat jalan.

Ketika Masker Jadi Alat Paling Vital

Ketika Masker Jadi Alat Paling Vital

Bersambung ahh…

Jogja 06112010

 

Iklan

8 thoughts on “Report Bencana Merapi

  1. bencana bisa datang kapan saja, sebagai manusia kita harus bisa mengantisipasi kejadian ini dengan berempati kepada mereka yang dekat dengan lokasi bencana.
    mari saling bantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s