Mbah Jangi: Jika Malaikat Bertanya pada Tetanggaku, Mati Aku!

 

Edisi Repost lagi!

Cerita pertama yang dipublish di kompasiana. Hah!

———————–

Siapa sih mbah Jangi?

Itu lho, orang yang terkenal jadi pawang lebah. Menurut cerita alias konon katanya, hanya dengan komat-kamit ribuan lebah bakalan nurut tuh sama mbah Jangi. (Wuiiih… hebat bener si mbah Jangi itu yah? :D)

Ceritanya begini, kemarin sore (baca = dulu, karena postingan lama) mbah Jangi datang bertamu ke rumah Bapak saya. Tujuannya jelas, Bapak memang punya peternakan lebah.

Mbah Jangi asyik ngobrol sama Bapak ditemani kopi dan bubur kacang hijau. Sampai saat Bapak bertanya? Dan aku masih setia mengupingnya.

“kenapa nggak beternak lebah lagi seperti jaman dulu mbah?”

“nah itu lah… sekarang saya takut dosa”

“lebah-lebah itu kan sering sirat (mengeluarkan kotoran bersama-sama), biasanya mengenai jemuran. Nanti kalau baju itu buat sholat kan nggak sah”.

“lho kan bisa disiasati mbah, jemur bajunya jangan dekat-dekat kandang”

“iya memang… tapi rumahku sama tetangga dekat-dekat. Kalau jemuran tetangga juga kena, nanti di akherat kalau tetanggaku ditanya kenapa sholat pakaiannya nggak suci, mereka menjawab… itu loh gara-gara lebahnya mbah Jangi, tanya saja sama mbah Jangi… mati aku…”

hm… sebuah pelajaran yang bagus dari mbah Jangi. Bahwa kita diingatkan untuk lebih memperhatikan kesucian pakaian saat beribadah, terlebih soal tenggang rasa.

 

Iklan

3 thoughts on “Mbah Jangi: Jika Malaikat Bertanya pada Tetanggaku, Mati Aku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s