Tahun ke 2, Sulthon M. Alfatih

Assalamu’alaikum… Emm waktu cepat sekali berlalu ya? Perasaan baru masuk 2017, eh tau-tau Januari udah akhir bulan aja.

Tiup lilinnya tiup lilinnya…

Sulthon sekarang ini lagi hobi banget nyanyiin lirik itu. Lihat gambar kue tart berlilin dia heboh niup, lihat lilin nyala karena mati lampu langsung jongkok khusuk nungguin kayak orang  bisnis ngepet, bahkan tiap lihat korek api dia merengek minta dinyalain dan dia tiupin, kesenengan dan tepok tangan sambil bilang yeeeeay.

Tahun baru, usia baru. Waktu kemarin nggak ada perayaan buat sulthon dari kami, karena pas abah Sulthon rehat sakit. Tapi alhamdulillah kita mudik ke Cilacap, jadi mbah uti masak-masak dibagiin tetangga untuk among-among syukuran jamak sekalian om oji, omnya sulthon juga karena samaan lahir di tahun baru. Dan tetap tak pakai lilin. Untungnya, Sulthon tetap tidak protes karena memang dia belum tahu lagu tiup lilin itu untuk anak berulang tahun.

Catatan ini sih bukan dibuat untuk menceritakan soal hari ulang tahun, hanya ingin mencatat apa-apa yang bisa saya ingat selama Sulthon menjejak di angka 1 ke 2. Maklum, ngeblognya bener-bener tidak jalan sesuai dengan apa yang diangan. Nggak banyak juga yang bisa diingat, tapi syukur terbantu sekali sama akun instagram. Bisa dibilang aktif main ig, untuk mencatat perkembangan dan keseharian Sulthon.

Run… Run… Run…

Jadi sejak dia bisa melangkah, sulthon itu selalu berlari. Sebenernya dia mulai jalan di usia 11 m, tapi lancarnya setelah nginjak 12 m. Mulai lancar, jarang sekali anak ini jalan. Hanya lari, lari, lari. Orang yang baru pertama lihat pasti dag dig dug gemes takut anak ini jatuh atau nubruk. 

Kalau dirumah eyangnya, saya ini suka sebel sendiri. Saking nggrabis-nya, lari kesana kemari, aung utinya saking khawatirnya sayanya yang sering kena marah. Takut ini itulah, padahal asal selalu diawasin nggak apa-apa lah ya, makin sehat kamu Thooon!

Berhitung dan Mengeja 

Horeeeee anak soleh sudah mulai bisa berhitung di angka belasan. Hafal angka memang belum, tapi konsep berhitung sudah paham. Misal ngitung batu sambil dipungut satu persatu, ngitung gambar sambil ditunjuk juga satu persatu.

Kalau huruf, baik abjad maupun arab dia seneng hafalin sambil bernyanyi. Paling seneng mengeja tulisan di baliho atau di dinding meski salah dan asal sebut tapi buat saya tetep sangat membahagiakan. Misal ada tulisan SEPATU, dia eja c a u v s pokoknya asal bunyi. Enggak apa-apa thooon kamu tetap jagoan buat bunda. 

Kaya Kosa Kata

Kosa kata bocah cilik satu ini emang menurutku lumayan kaya. Hasil emak abahnya yang cerewet dan doyan ngomong kali ya. Stimulasi yang tepat lah ya.

Pernah suatu ketika, pas dia usia sekitar 18 bulan kerumah eyang buyut yang mau ada acara pengajian. Ada kue apem yang dicetak pake cetakan bentuk bintang. Dia langsung bilang ini intang, intang aut, umahnya diaut, boboknya aut uga didepan banyak orang. Iklan kelinci jadi balon di tv kalah keren lah pokoknya. Emaknya bangga dan bahagia. Horeeeee!

Tuntas Imunisasi

Tepat bulan ini, di usia 2 tahun Sulthon selesai imunisasi dasar dan tambahan di usia 18 m dan 24 m. Alhamdulillah tidak ada loncat-loncat bulan, sesuai jadwal dan tepat waktu. 

Ngomongin imunisasi, ada banyak orang yang pro kontra dengan pemberian vaksin untuk bayi. Ada yang bilang ini hanya akal-akalan ini itulah. Saya enggak akan nyinyirin, cuma sebagai warga negara yang baik dan sebagai ibu yang mau memberikan yang terbaik untuk anak, pastinya taat dong ya.

Btw, nih jadi keingetan kasus paling menyedihkan ditahun lalu. Ada yang dengan sengaja dan tega memalsukan vaksin imunisasi. Enggak punya hati banget ya? Dan entah ungkapan apa yang tepat untuk orang jahat macam itu. Kabar terakhir gimana ya? Apa dihukum seberat-beratnya?

Sulthon Belom Sekolah

Suatu hari, dalam sebuah forum yang dihadiri tetangga-tetangga, ada yang mbisikin saya. Mbak anaknya disekolahin, dititipin paud. Kan sayang kalau enggak sekolah. Biar ada pendidikannya. Saya jawab sambil senyum, iya besok-besok kalau sudah mandiri biar enggak ngerepotin bunda di paud.

Jawaban saya oke kan? Tapi itu cuma alasan yang saya kemas dengan cukup manis. Bukan mau sok-sokan. Saya dulu juga lama ngajar anak-anak. Jadi boleh saya jadi orangtua yang agak idealis. 

Kenapa saya tolak saran ibu tadi itu? Pertama, dia seorang guru paud, tapi pakaian saat itu mengenakan celana pendek ala-ala abg gaul dan kaos dengan belahan dada yang mblewer kemana-mana. Aduh bu, masak ibu guru penampilannya gitu? Saya takut duluan lah. 

Kedua, saya ini punya cita-cita mau montessori at home. Ya kan sudah mundur jadi seorang ibu rumah tangga. Jadi nggak ada alasan untuk tidak punya waktu mendidik anak toh? Bahkan dalam hati ada keinginan untuk home schooling sampai gede. 

Dan yang ketiga, Saya nih berhak loh memilih orang atau institusi yang bakal bantu mendidik anak saya. Bukan cuma berhak, tapi memang harus memikirkan sampai sejauh itu. Mana saja orang atau lembaga yang sejalan dengan pemikiran dan tujuan kita dalam usaha mendidik anak. 

Emm, kayaknya catatan itu aja yang bisa diinget ya. Untuk mengakhiri tulisan, doa untuk Sulthon semoga tumbuh sehat, ceria, bahagia, alim dan soleh. Aamiin.

Iklan

2 thoughts on “Tahun ke 2, Sulthon M. Alfatih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s