Agar Busui Semangat Berpuasa

Alhamdulillah, sampai di Ramadhan tahun ini. Semoga kita semua termasuk yang beruntung mendapatkan keberkahan bulan penuh barokah ini, aamiin.

Beberapa hari lalu, sebelum ramadhan tiba ada teman yang punya bayi usia 5 bulanan. Bertanya pada saya, apakah saya tetap berpuasa ketika jadi busui. Iya dooong, alhamdulillah. Ramadhan pertama bisa full puasa saat Sulthon usia hampir 6 bulan dan belum datang periode haidl pasca melahirkan. Puasa ke-2 libur 8 hari karena haidl, dan mudah-mudahan ramadhan kali ini juga lancar jaya.

Memang perempuan hamil dan menyusui dalam bulan ramadhan mempunyai rukhsoh khusus, artinya bisa tidak menjalankan puasa dan digantikan dengan mengqodlo dilain hari dengan membayar fidyah atau tanpa fidyah. Pembahasannya silahkan cari di kitab fikih fathul qorib ada, dikonsultasikan dengan yang menguasai yak! Cari di google boleh tapi lepas itu tetap konsultasikan sama guru ngaji, biar mantappp, okay? Ajiiib!

Kembali ke temen saya, dia nanya ada tips enggak? Nah disinilah saya jadi semangat ngeblog lagi. Asyiiiikkk! Niatnya berbagi, kali aja ada manfaatnya.

Bagi kami busui, puasa itu memang berat. Karena ada si kecil yang masih kita tanggung. Bayangin aja, sudah nahan haus lapar, mengawasi anak yang super pecicilan, masih ngurus rumah tangga dll ehhh masih nenenin pula. Kalau ketemu model anak rusuh cara nenennya, uwwwoooow banget lah.

Makan banyak, minum air putih banyak, makan sayur banyak, makan buah banyak. Pokoknya serba banyak. Etapi tetep lah sesuai ukuran, kalau dipaksain banyak juga nggak muat ini perut.

Tips itu sudah saya coba, tapi saat itu saya masih kuwalahan menjalani puasa. Sampai ketemu resep jitu ini. Rebusan daun katuk. Kan, daun katuk memang bermanfaat meningkatkan jumlah asi ya? Maka itu busui disarankan banyak makan sayur bening daun katuk.

Awalnya ibu saya ngasih ide, minum sayur beningnya, tapi lidah saya menolak kalau harus minum banyak. Akhirnya saya akali hanya rebus daun dan airnya diminum banyak-banyak. Masih kadang blenger sih, eh blenger ini bahasa Indonesia bakunya apa ya? Bosen mungkin ya? Maka untuk mengatasi blenger, kadang saya campur air itu pakai susu. 

Nah, hasil minum rebusan daun katuk itulah produksi asi saya tetap banyak meski saya puasa. Untuk puasa tahun ini, karena sulthon makin besar sayanya makin ringan juga karena dia sudah terbiasa minum air putih banyak juga. Seperti hari ini, rutinitas nenen cuma pas bangun tidur, dan siang jelang tidur, itu juga cuma sebentar karena dijelasin bundanya sedang puasa. 

Okay busui cantik diseluruh dunia yang sedang menjalankan ibadah puasa, semoga puasa lancar dan tetap ceria. Dan mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan keberkahan untuk kita semua. 😘👶💋

Iklan

2 Comments

  1. Daun katuk walau pahit, saya juga doyan sih, haha… Ibu menyusui berpuasa, iya udah enggak makan minum, asupan makanan pas sahur pun terkuras ya. Makanya dalam Islam pun dibebaskan pilihan ya untuk puasa atau enggak. Karena kondisi tiap ibu pun beda2 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s