Toilet Training Sukses Dalam Waktu Seminggu

Yeeeayy akhirnya Sulthon bebas diapers. Baik itu siang atau malam, bebas ngompol!

Mungkin, bagi sebagian ibu-ibu akan bilang, wah telat. Sampai segede ini baru lepas diaper. Iya, sudah umur 30 bulan atau tepat 2,5 tahun. Tapi apapun itu, saya mah tetep bahagiaaaa.

Kok bisa setelat itu? Jujur karena saya memang baru siap sekarang, bukan menunda-nunda lho ya? (Jujur banget kan saya mengakui). Iya jujurnya ini karena saya punya alasan yang kuat. Naaah kan, biar jujur tetep aja cari pembelaan. Beginilah emak-emak, selalu benar!

Ngomongin toilet training artinya kita bakal bahas pip dan pup untuk anak bayi. Dan kalau bahas soal ini, pasti bakal pula ngomongin soal barang najis. Iya kan? Gimana? Udah pada paham soal barang najis dan perlakuannya belum? Khusus emak muslim mesti paham ya?!

Bukan mau sok tau apalagi sok jadi ustadzah ini yak? Ahaha. Tapi anggap lah berbagi, karena saya juga masih belajar. Dan sangat terbuka jika ada yang ingin mengoreksi.

Sebentar, ini saya jadi baper. Kangen sama Alm. Mas kyai Soleh, alfatihah untuk beliau. Jadi yang pertama mengajari saya soal najis anak bayi ya beliau ini pas ngebahas ngaji kitab Safinatunnaja.

Saya bukan mau ngebahas panjang, cuma intinya kita mesti paham jenis najisnya dan perlakuannya. Najis air pip untuk orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan itu pasti, mutawasittoh. Tapi beda untuk bayi, ini tergantung jenis kelaminnya. Bayi perempuan, begitu lahir air pip langsung mutawassitoh. Sedangkan bayi laki-laki selama dia hanya mengkonsumsi ASI maka najis air pip itu masuk najis mukhoffafah.

Perlakuan terhadap najis tersebut pasti berbeda ya? Mutawasittoh itu harus tuntas bersih, baik itu warna, rasa dan bau dan yang pasti suci. Sedang mukhofaffah cukup dicipratin air sudah suci meski masih ada air pip, rasa, dan baunya. 

Dari bahasan itu bisa sedikit dipahami lah ya?

Oke, kembali ke Sulthon. Saya mulai memakaikan Sulthon diaper setiap hari diusia 25 hari. Waktu itu saya meriang dan eyang uti Sulthon tidak dirumah. Walhasil keteteran dan akhirnya demi kebaikan semua dipakailah diapers untuk bayi. Sebelumnya sih saya menikmati untuk bolak balik ganti popok, seperti main boneka sewaktu kecil. Dan ngerasain betapa repotnya jadi emak-emak disaat belum ada popok instan.

Harus diakui, pakai popok instan itu memberikan banyak sekali manfaat. Ini sungguh meringankan beban ibu muda seperti saya ini yak?! Sulthon nyenyak tidur, yang artinya emaknya juga ikut nyenyak sedikit. Meski sering ganti popok tapi tidak sesering ketika pakai popok kain.

Rasa nyaman ini tuh berlanjut, ketergantungan. Nggak perduli sama omongan orang di kampung. Yang bilang inilah itulah. Yang penting Sulthon nyaman, dan alhamdulillah tidak sekalipun mengalami iritasi akibat popok. 

Tapi ketika dibilangin soal anggaran yang boros, yah sebagai emak-emak ya mengiyakan juga. Lumayan tuh sebulan berapa ratus ribu hanya untuk diapers, tapi apalah yang enggak untuk anak. Tips buat yang sudah ketergantungan, untuk penghematan saya rajin banget cari diaper promo. Sekali dapat murah mending nyetok banyak. Ahahaha.

Lalu alasan sampai selama 2,5 tahun itu apa? Abahnya Sulthon yang selalu bilang jangan dulu ketika saya mulai menyusun rencana toilet training. Bukan untuk saling menyalahkan saya tulis disini. Tapi begitu pengertiannya saya kepadamu Abah Sulthon, ciyeee ciyeee. Abah Sulthon selalu merasa was-was jika nanti najisnya bakal kemana-mana dan tidak suci.

Tapi, meskipun saya mengikuti kemauan abah sulthon saya juga mulai merasa khawatir. Mau sampai kapan Sulthon pakai popok begini. Kapan kira-kira saya mau mulai.

Dan, akhirnya ketika lebaran kurang seminggu kemarin saya putuskan untuk pulang ketempat eyang kakung uti Sulthon duluan. Disitulah waktu tepat untuk ngajarin Sulthon toilet training. Dan alhamdulillah berhasil, tanpa banyak kesalahan. Tidak sesulit dan sengeri yang dibayangkan. Mengalir mudah, menyenangkan.

Ada beberapa catatan yang penting buat saya tapi mungkin tidak untuk orang lain. Tapi mungkin, sekiranya ada manfaatnya buat yang mau ngajari anak Toilet training kan nggak apa-apa berbagi yak?

Niat yang Kuat

Segala sesuatu itu kan memang harus diniatkan. Bismillah saya mau mengajari Sulthon lepas popok. Tekad bulat!

Komunikasi

Ini juga penting banget nih sebagai persiapan. Kita mesti ngasih tau keanak kalau sudah saatnya dia tidak pakai popok lagi. Sudah saatnya dia pip dan pup ditempatnya. 

Dulu tanpa sengaja saat jalan pagi, kita lihat kucing lagi pup dipinggir jalan. Dan saya bilang, itu kucing kalau pip sama pup nggak diwawikin (sucikan), kotor, jijik. Dan dia teringat terus ketika saya ajarkan Sulthon kalau pip atau pup harus dibersihkan, dia langsung jawab “kalau nggak wawik nanti kayak meong ya nda?”

Sabar dan Pantang Menyerah

Sekali-kali anak pip atau pup semena-mena padahal kita sudah berkali-kali mengingatkan dan menawari mereka ke kamar mandi itu nggak apa-apa ya mak! Sulthon itu sempat pup 2x dicelana dan ngompol malam hari 1x, ngompol siang hari entah berapa x.

Saya bilang nggak apa-apa dan tetap mengatakan kalau dia anak yang keren dan hebat. Dalam hati juga mengingatkan, namanya anak lagi belajar ya wajar belum sukses, kita aja orang dewasa mempelajari sesuatu nggak ada yang langsung ok. 

Jadi sabar ya mak, jangan emosi dan jangan nyerah langsung masangin lagi popoknya.

Mengenali jadwal pip dan pup

Nah, ini dia yang agak menyeramkan ketika saya mau memulai. Soalnya diapers Sulthon cepet sekali penuh. Jadi berapa kali dia pip dalam sehari. 

Hari pertama saya kecolongan banyak. Dalam 2 jam saya menggati celana sampai 4x. Mungkin juga karena dia merasakan sesuatu yang baru. Pakai celana dalam, bukan diapers.

Tapi ya itu tadi, tidak marah apalagi bilang dia nggak pintar. Sayanya yang mesti rajin sebentar ngangkat dia ke kamar mandi ngajakin pip. Sambil terus dikasih pengertian kalau pip dan pup itu tempatnya dikamar mandi, tidak sembarang tempat, ngomong dulu, dan harus disucikan. Lama-lama anak paham.

Ketika malam hari, sebelum tidur ajak untuk pip dan begitu dia terbangun meski tengah malam kita harus rela cepat-cepat gendong dan ngajak pip. Bangun pagi pun harus langsung gendong untuk pip. Karena biasanya anak akan pip ketika dia bangun. Dan ini berhasil. Dia miss 1x, karena cuaca saat iti juga lagi dingin hujan terus. Jadi buat saya wajar lah ya?

Oiya, jadi begitu saya niatkan untuk toilet training, malam hari juga saya langsung lepas popok. Temen Sulthon banyak yang kalau siang berhasil tapi kalau malam ngompolan, jadi pakai diapers lagi. Bisa dicoba trik saya tadi itu, siap gendong setiap dia terbangun.

Kalau untuk pup, anak biasanya ngasih kode kan ya? Biasanya tingkahnya mulai aneh, entah mukanya merah, ngeden, atau jadi kalem. Kalau Sulthon siy jadi kalem terus bilang mau jongkok, jadi buru-buru bawa lari ke kamar mandi. Miss 2x karena kemarin emaknya sibuk bikin kuker lebaran dan nggak nemenin dia main. Jadi tak apalah, emaknya saja yang disalahin.

Jangan Lupa Beri Pujian

Setiap kali dia mampu bilang mau pip dan mau pup. Saya tepuk tangan dan bilang anak bunda anak yang keren dan pinter banget. Mood anak bakal baik dan dia akan senang. Yang pasti juga akan membuanya senang juga untuk melakukannya lagi. Orang dewasa aja seneng kalau dipuji yak? Bener nggak.

Jangan Lupa Bahagia

Segala sesuatu harus dilakukan dengan senang hati ya, jangan pernah lupa itu. Jangan karena anak masih ngompol atau pup dicelana terus dimarahi atau bahkan ditabok. Bawa enjoy ajaaa, air banyak untuk mensucikan. Kalau kita senang insya Allah semua juga jadi mudah ya.

Terakhir syukur Alhamdulillah, ketika sehari sebelum lebaran abah Sulthon nyusulin kita Sulthon sudah benar-benar lepas diapers. Dan ketika abahnya ragu mau makein lagi, Sulthon sudah bisa jawab “nggak mau abah pakai ini sakit”

Jadi, tidak butuh waktu lebih dari seminggu malahan ya? Sekarang yang masih jadi PR adalah menyapih. Masih baru rencana. Cuma dari dulu mikirnya bonus nenennya untuk Sulthon nggak lebih dari setahun. Mudah-mudahan prosesnya juga mudah untuk kita semua, aamiin.

Cilacap | juli 2017

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s